Liputan6.com, Jakarta - Ketika Fico masih terbaring lemah seusai menjalani operasi besar dan Arina menjalani perawatan dalam kondisi hamil delapan minggu, Baskara menyusup ke ruang ICU dengan menyamar sebagai perawat. Ia berniat membawa paksa putranya. Meski tubuhnya nyaris tak bertenaga, Arina mempertaruhkan keselamatannya untuk melindungi sang suami.
Saat Baskara mendorong Arina, Fico mendadak sadar dan bangkit melawan ayah kandungnya. Dengan tegas, Fico menolak dikendalikan oleh Baskara dan bersumpah akan membesarkan anaknya dengan cinta, bukan kebencian.
Advertisement
Baskara berhasil meloloskan diri dari ruang ICU, menyandera seorang perempuan, lalu tertangkap berkat kekacauan yang melibatkan Indra dan petugas keamanan. Arina dan Fico sempat bernapas lega. Di tengah masa pemulihan, keduanya menikmati momen romantis dan merayakan ulang tahun Fico secara sederhana.
Namun, ketenangan itu hanya sesaat. Baskara kembali kabur dari pengawasan polisi, melompat ke sungai saat dikejar, dan diam-diam diselamatkan oleh anak buahnya.
Sementara Fico dan Arina pulang untuk memulihkan diri sekaligus menyambut kehadiran calon buah hati mereka, Baskara menyusun jebakan baru. Ia memanfaatkan Agus, seorang buronan yang pernah bekerja dengannya, dengan membujuknya untuk menemui Fico dan meminta pengampunan. Tanpa disadari Agus, pertemuan itu justru berujung pada penangkapannya. Di dalam tahanan, Agus dianiaya hingga tewas oleh anak buah Baskara. Hanifa, istri Agus yang tengah hamil, pun kehilangan suami dan masa depannya dalam sekejap.
Di sisi lain, Audy yang masih dalam pelarian semakin terpuruk dan menyimpan kemarahan setelah gagal menemui Aldo. Kabar penemuan mayat di sungai menimbulkan dugaan bahwa Baskara telah meninggal dunia. Namun, Arina menolak memercayainya tanpa bukti.