Menko PMK: Pemulihan Pascabencana Sumatra Capai 98 Persen

Sugiono mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 26 Oktober 2026, 17:10 WIB
Hunian Tetap Penyintas Bencana Sumatra. Dok: Satgas PRR/BNPB

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra telah mencapai sekitar 96–98 persen.

Menurut dia, proses pemulihan daerah terdampak bencana yang dilakukan pemerintah secara umum berjalan dengan baik.

"Tadi disampaikan oleh para kepala daerah bahwa sebagian besar, hampir 96 sampai 98 persen upaya rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah terhadap daerah-daerah yang mengalami bencana di Sumatera itu sudah terealisasi dan tercapai," kata Sugiono usai rapat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Sugiono mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Meski demikian, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan anggaran untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Terlepas dari berbagai keterbatasan anggaran yang ada, yang saya kira juga merupakan satu hal yang menjadi prioritas yang ingin kita penuhi," ujarnya.

Sugiono menuturkan, selama 11 bulan sejak bencana terjadi, pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi dan memprioritaskan dukungan anggaran untuk penanganan dampak bencana di ketiga provinsi tersebut.

"Dan saya kira ini merupakan suatu kerja keras yang luar biasa, yang patut diapresiasi. Di tengah berbagai keadaan, kita pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden masih bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengatasi masalah-masalah yang ada di daerah bencana," jelas Sugiono.

 

Fasilitas Kesehatan Kembali Beroperasi

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana di Sumatra telah kembali beroperasi. Saat ini, masih ada enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara yang belum selesai dipulihkan.

Selain fasilitas kesehatan, pemerintah juga membangun kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana. Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga masih berlangsung.

"Memang beberapa tempat memang harus kita lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan," pungkas Sugiono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya