Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Meninggal pada Usia 90 Tahun

Yasuo merupakan putra dari mantan Perdana Menteri Jepang Takeo Fukuda.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Oktober 2026, 16:09 WIB
Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda (tengah) berjalan di halaman Istana Merdeka saat melakukan kunjungan, Jakarta, Jumat (27/10). Dalam kunjungannya, Fukuda hadir bersama para pengusaha Negeri Sakura. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Tokyo - Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda, yang memimpin negaranya pada 2007–2008 dan dikenal aktif mempererat hubungan dengan China, meninggal dunia pada Kamis (22/10/2026) dalam usia 90 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan putranya pada Senin (26/10).

Menurut laporan media ekonomi Jepang Nikkei, Yasuo mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Tokyo akibat gagal jantung.

Yasuo menjadi orang pertama yang mengikuti jejak ayahnya sebagai perdana menteri Jepang setelah mulai menjabat pada September 2007, menggantikan Shinzo Abe yang mengundurkan diri secara mendadak.

Dalam urusan luar negeri, menurut laporan Japan Times, Yasuo berupaya memperbaiki hubungan Jepang dengan China. Pada Mei 2008, ia menyambut kunjungan kenegaraan Presiden China saat itu, Hu Jintao. Kedua pemimpin kemudian mengeluarkan pernyataan bersama yang berisi komitmen untuk mempererat hubungan kedua negara atas dasar kepentingan strategis bersama dan prinsip saling menguntungkan.

Yasuo juga memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Delapan (G8) di Hokkaido pada Juli 2008. Dalam pertemuan itu, para pemimpin negara anggota menyepakati target global pengurangan emisi gas ruang kaca sedikitnya 50 persen pada 2050. Kesepakatan tersebut sekaligus menempatkan perubahan iklim sebagai salah satu agenda utama G8.

Di dalam negeri, pemerintahan Yasuo turut berperan dalam pengesahan undang-undang yang mengatur pemberian ganti rugi kepada para korban yang tertular hepatitis C akibat penggunaan produk darah yang tercemar. Pengesahan aturan tersebut menyusul perjuangan hukum para korban selama bertahun-tahun. Yasuo bahkan dua kali menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para korban selama menjabat sebagai perdana menteri.

Ia juga merintis pembentukan Badan Urusan Konsumen Jepang untuk memperkuat perlindungan konsumen setelah negara itu dilanda serangkaian skandal keamanan pangan. Lembaga tersebut akhirnya resmi dibentuk pada 2009, setelah masa jabatannya berakhir.

Sebelum menjadi perdana menteri, Yasuo menjabat sebagai Kepala Sekretaris Kabinet pada masa pemerintahan Perdana Menteri Yoshiro Mori dan Junichiro Koizumi. Kariernya di parlemen dimulai pada 1990, ketika ia pertama kali terpilih sebagai anggota Majelis Rendah Jepang dari daerah pemilihan di Prefektur Gunma. Yasuo kemudian pensiun dari dunia politik pada 2012.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya