BREN Rampungkan Retrofit Unit 3 PLTP Star Energy Darajat

Unit 3 PLTP Darajat di Garut, Jawa Barat menjadi salah satu unit pembangkit panas bumi tunggal terbesar di Indonesia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Oktober 2026, 16:32 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yakni Star Energy Geothermal Darajat II mengumumkan Unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PTLP) Darajat di Garut, Jawa Barat telah menyelesaikan proses retrofit.

Retrofit tersebut meningkatkan kapasitas Unit 3 dari 122 megawatt (MW) menjadi 130,55 MW. Dengan kapasitas ini, Unit 3 menjadi salah satu unit pembangkit panas bumi tunggal terbesar di Indonesia. Peningkatan ini juga menambah total kapasitas pembangkitan kompleks Darajat menjadi 280,55 MW.

Dengan rampungnya retrofit Unit 3, total kapasitas terpasang panas bumi Barito Renewables meningkat menjadi 935,55 MW, naik dari 886 MW saat perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Oktober 2023.

Pencapaian ini membawa perusahaan semakin dekat dengan targetnya, yaitu kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1 gigawatt (GW) pada akhir 2026. Unit hasil retrofit telah melampaui nilai kinerja yang dijamin (guaranteed performance values). Proyek ini diselesaikan sesuai jadwal kontrak dan tanpa satu pun insiden keselamatan.

Presiden Direktur Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan menuturkan, Darat Unit 3 menunjukkan hasil yang dapat dicapai melalui optimalisasi aset yang disiplin.

"Kami kini mengoperasikan salah satu unit panas bumi tunggal terbesar di Tanah Air. Kami juga menambah pasokan listrik beban dasar (baseload) yang bersih dan andal ke jaringan listrik. Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai 1 GW pada akhir tahun ini,” ujar dia mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin, (26/10/2026).

Ia menambahkan, penyelesaian retrofit yang tepat waktu dan tanpa insiden keselamatan mencerminkan keunggulan operasional yang dihadirkan tim dan mitra perseroan di setiap lokasi.

"Kami berterima kasih kepada Mitsubishi Power atas dukungannya. Kami tetap berkomitmen mendukung Pemerintah dalam mempercepat transisi energi Indonesia,” kata dia.

 

Potensi Panas Bumi

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dok ESDM

Star Energy Geothermal memberikan kontrak retrofit turnkey kepada Mitsubishi Power pada Oktober 2024. Proyek ini mencakup peningkatan sebagian fasilitas Unit 3, termasuk turbin uap baru buatan Nagasaki Shipyard & Machinery Works milik Mitsubishi Heavy Industries di Jepang.

Mitsubishi Power menangani desain, manufaktur, dan dukungan instalasi. Anak usahanya di Indonesia, PT Mitsubishi Power Indonesia, melaksanakan instalasi di lokasi.

Selain penyelesaian retrofit, Star Energy Geothermal dan PT Mitsubishi Power Indonesia juga menandatangani perjanjian studi teknis dan kerja sama. Perjanjian ini bertujuan menjajaki peluang untuk meningkatkan kinerja turbin uap serta keandalan dan ketersediaan (reliability and availability) Unit 2 dan Unit 3 PLTP Darajat.

Panas bumi menghasilkan emisi rendah selama beroperasi. Berbeda dengan sumber energi terbarukan yang bergantung pada cuaca, panas bumi mampu menyediakan listrik beban dasar yang andal sepanjang waktu.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 GW, dan sebagian besar di antaranya belum dimanfaatkan. Karena itu, panas bumi berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Panas bumi juga berperan dalam mempercepat transisi menuju sistem kelistrikan yang lebih rendah karbon. Keberhasilan retrofit Unit 3 Darajat menunjukkan bahwa optimalisasi aset panas bumi yang sudah ada dapat membantu membuka potensi tersebut sekaligus mendukung target dekarbonisasi Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya