Intip Harga Saham BBRI Hari Ini 26 Oktober 2026 saat IHSG Lesu

Berikut pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada sesi pertama, Senin, (26/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Oktober 2026, 13:28 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah pada sesi pertama perdagangan saham, Senin, (26/10/2026). Koreksi saham BBRI terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan.

Mengutip data RTI, pada penutupan sesi pertama, harga saham BBRI merosot 1,37% menjadi Rp 2.870 per saham. Harga saham BBRI dibuka turun 10 poin menjadi Rp 2.900 per saham. Saham BBRI berada di level tertinggi Rp 2.920 dan terendah Rp 2.830 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 30.629 kali dengan volume perdagangan asham 1.285.893 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 369,4 miliar. Seiring koreksi harga saham BBRI yang terjadi kapitalisasi pasar saham BBRI menjadi Rp 434,97 triliun.

Sementara itu, laju IHSG ditutup di zona merah selama sesi pertama. IHSG ditutup turun 1% menjadi 5.384,97. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,95% menjadi 541,84. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.453,64 dan terendah 5.349,75. Sebanyak 474 saham melemah sehingga bebani IHSG. 189 saham menguat dan 128 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.143.355 kali dengan volume perdagangan saham 18,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.111.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 1,01%, sektor saham basic susut 0,83% dan sektor saham industri terpangkas 1,14%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,37%, sektor saham consumer siklikal merosot 0,35%. Lalu sektor saham kesehatan terperosok 1,25%, sektor saham keuangan terpangkas 1,05%, sektor saham properti turun 0,50%. Selanjutnya sektor saham teknologi tergelincir 1,54%, sektor saham infrastruktur turun 1,59% dan sektor saham transportasi melemah 1,02%.

Siapkan Dana Rp 1 Triliun, BRI Eksekusi Buyback Saham

Kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terletak di Gedung BRI 1, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44–46, Jakarta Pusat 10210.

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback pada tahap II 2026. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Januari 2027.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/10/2026), BRI telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan pembelian kembali saham tersebut melalui surat Nomor S-210/PB.21/2026 tertanggal 22 Oktober 2026.

Perseroan memperkirakan periode pelaksanaan buyback berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Pembelian saham dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia.

Dana yang dialokasikan untuk aksi korporasi ini bersumber dari kas internal perseroan. Nilai tersebut belum termasuk biaya transaksi, seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya, yang diperkirakan maksimal 0,20% dari total nilai buyback.

"Perkiraan Nilai Buyback belum termasuk biaya-biaya (komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya) yang diperkirakan sebanyak-banyaknya sebesar 0,20% (“Perkiraan Biaya Buyback”) dari Perkiraan Nilai Buyback 2026 Tahap II," tulis BRI.

Pelaksanaan pembelian kembali saham ini mengacu pada Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan serta surat OJK terkait kebijakan buyback pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

BRI menegaskan, pelaksanaan buyback akan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan permodalan perusahaan serta mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Buyback Saham BRI Tidak Lebih dari 10% Modal

Gedung PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) (Foto: BRI)

Dalam keterbukaan informasi tersebut, BRI menyatakan jumlah keseluruhan saham hasil pembelian kembali atau treasury stock tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan perseroan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembelian kembali saham pada tahap II 2026 yang dilakukan sesuai dengan ketentuan pasar modal.Perseroan juga telah memperhitungkan dampak aksi korporasi tersebut terhadap sejumlah indikator keuangan dengan menggunakan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026.

Berdasarkan perhitungan proforma perseroan, pelaksanaan buyback senilai Rp 1 triliun tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap indikator keuangan BRI.

Total aset BRI yang sebelumnya tercatat sebesar Rp 2.342,8 triliun diproyeksikan menjadi Rp 2.341,8 triliun setelah memperhitungkan buyback. Sementara itu, total ekuitas diperkirakan turun dari Rp 333,6 triliun menjadi Rp 332,6 triliun.

Adapun laba bersih perseroan diproyeksikan tetap sebesar Rp 31,18 triliun. Di sisi lain, laba bersih per saham diperkirakan meningkat dari Rp 206,94 menjadi Rp 207,50.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya