Liputan6.com, London - Badai besar pertama pada musim gugur tahun ini menerjang sejumlah negara di Eropa Utara dan Barat sepanjang akhir pekan, menyebabkan satu orang tewas, ratusan ribu rumah mengalami pemadaman listrik, serta mengganggu transportasi dan jaringan telekomunikasi.
Memasuki Senin (26/10/2026), upaya pemulihan masih berlangsung di wilayah terdampak. Sejumlah layanan transportasi diperkirakan kembali beroperasi, tetapi otoritas memperingatkan bahwa gangguan masih mungkin terjadi.
Advertisement
Di wilayah barat daya Skotlandia, seorang pria dilaporkan tewas setelah tertimpa pohon tumbang pada Minggu (25/10). Sementara itu, seorang peserta maraton di Kota Lille, Prancis utara, mengalami luka ringan akibat pohon yang tumbang diterjang angin kencang menjelang dimulainya perlombaan.
Ajang maraton di Lille tersebut kembali diselenggarakan untuk pertama kalinya setelah 31 tahun.
Di wilayah Argyll dan Bute, Skotlandia barat, kecepatan angin tercatat mencapai 135 kilometer per jam. Pohon dan kabel listrik yang tumbang menghalangi jalan raya serta jalur kereta api di berbagai wilayah Skotlandia dan Inggris utara.
Otoritas setempat turut mengeluarkan peringatan risiko banjir akibat hujan deras yang menyertai badai.
Badai Boelo mengakibatkan gangguan besar pada layanan kereta api. Namun, operator infrastruktur perkeretaapian Inggris, Network Rail, menyatakan petugas telah membersihkan pohon tumbang dan puing-puing dari jalur kereta, memperbaiki kabel listrik, serta menangani banjir di sejumlah lokasi.
Dalam pernyataan pada Minggu, Network Rail memperkirakan sebagian besar layanan kereta di Skotlandia dapat kembali beroperasi normal pada Senin. Meski demikian, penumpang diminta tetap memeriksa jadwal perjalanan karena gangguan masih berpotensi terjadi di beberapa rute.
Pemadaman Listrik Meluas
Asosiasi Jaringan Energi Inggris (Energy Networks Association) menyatakan lebih dari 400.000 rumah sempat mengalami pemadaman listrik selama Badai Austen dan Boelo berlangsung.
Pada Minggu, lebih dari 82.000 rumah di Inggris dilaporkan masih mengalami pemadaman. Sementara itu, hampir 350.000 pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik sejak Badai Austen menerjang pada Jumat (23/10).
Di Skotlandia, pemerintah setempat menyatakan sekitar 26.000 pelanggan telah kembali memperoleh aliran listrik hingga Minggu sore. Namun, sekitar 40.000 pelanggan lainnya masih belum mendapatkan pasokan listrik.
Angin kencang yang belum mereda turut menghambat pekerjaan perbaikan jaringan. Pemerintah Skotlandia menyatakan petugas akan melanjutkan pekerjaan pemulihan ketika kondisi dinilai aman.
Sementara itu, di Prancis, perusahaan listrik Enedis melaporkan sekitar 288.000 rumah mengalami pemadaman ketika Badai Austen mencapai puncaknya pada Sabtu (24/10).
Hingga Minggu siang, sekitar 59.000 rumah masih belum mendapatkan pasokan listrik, terutama di wilayah Normandia dan Bretagne. Enedis mengerahkan 2.600 teknisi dan pekerja kontraktor untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak.
Di Jerman, Badai Austen menyebabkan pemadaman listrik di sekitar 10.000 rumah di Kota Freiburg im Breisgau dan wilayah sekitarnya pada Minggu.
Rumah sakit utama di kota tersebut terpaksa membatasi pelayanan hanya untuk kasus darurat akibat pemadaman listrik yang turut mengganggu jaringan telepon seluler.
Di Kota Nastatten, dua orang mengalami luka serius setelah tertimpa perancah bangunan yang terhempas angin kencang saat berlangsungnya pasar musim gugur pada Sabtu.
Badan Meteorologi Jerman (DWD) sebelumnya memperkirakan angin dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam akan melanda wilayah pesisir utara negara tersebut pada Minggu.
Badai turut menerjang Belanda dan Belgia. Di Brussels, Belgia, empat orang terluka akibat pohon tumbang pada Sabtu.
Infrastruktur Rusak, Ratusan Penerbangan Terganggu
Selain mengakibatkan pemadaman listrik, badai merusak sejumlah infrastruktur di negara-negara terdampak.
Di Brighton, pesisir selatan Inggris, sebagian struktur dermaga tua roboh akibat terjangan Badai Austen pada Jumat. Dermaga tersebut sudah tidak digunakan sejak mengalami kebakaran pada 2003.
Gangguan turut meluas ke sektor penerbangan. Ratusan penerbangan di Eropa utara terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain akibat cuaca buruk.
Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Eropa, membatalkan puluhan penerbangan pada Minggu akibat angin kencang.
Berdasarkan penghitungan AFP melalui situs web bandara, sekitar 90 penerbangan keberangkatan dibatalkan, terutama untuk rute menuju sejumlah kota di Eropa, termasuk Paris, Roma, dan Dublin.
Puluhan penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Schiphol turut mengalami pembatalan atau penundaan.
Gangguan penerbangan terjadi pula di wilayah Inggris utara dan Skotlandia. Cuaca buruk menghambat operasional transportasi laut, termasuk sejumlah layanan feri di kawasan tersebut.
Pemerintah Skotlandia memperingatkan bahwa dampak badai terhadap jaringan transportasi kemungkinan masih terasa pada Senin. Masyarakat diminta memeriksa informasi resmi sebelum melakukan perjalanan, terutama karena cuaca buruk berpotensi kembali terjadi pada awal pekan.
Badai Austen dan Boelo merupakan dua badai besar pertama yang melanda kawasan tersebut pada musim gugur tahun ini. Para ahli telah memperingatkan bahwa pemanasan global dapat meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem.