Sekolah di Johor Kembali Dibuka Usai Tutup Berminggu-minggu karena Kabut Asap

Institusi pendidikan di Johor, Malaysia, kembali dibuka 26 Oktober setelah tutup akibat kabut asap.

oleh Septian DenyDiterbitkan 26 Oktober 2026, 10:00 WIB
Pemandangan saat kabut asap menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Seluruh institusi pendidikan di negara bagian Johor, Malaysia, akan kembali dibuka pada Senin (26/10/2026) setelah kondisi kabut asap membaik.

Dikutip dari Channel News Asia, Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah meninjau data kualitas udara dan penilaian risiko kesehatan dari sejumlah lembaga terkait.

"Keputusan ini mempertimbangkan tren penurunan pembacaan Indeks Polusi Udara (API) di seluruh Johor selama lima hari terakhir," kata Muhammad Naqib dalam pernyataannya, seperti dilaporkan media lokal The Star.

Menurutnya, perubahan arah angin sejak 24 Oktober, meningkatnya kelembapan, serta perkiraan turunnya hujan juga diharapkan membantu mengurangi dampak kabut asap.

Pembukaan kembali sekolah turut mempertimbangkan pelaksanaan ujian akhir tahun serta persiapan menghadapi ujian sekolah menengah nasional Malaysia.

Meski sekolah kembali dibuka, sejumlah langkah kesehatan dan keselamatan tetap akan diterapkan. Di antaranya kewajiban menggunakan masker serta pemantauan kegiatan sekolah berdasarkan tingkat API yang berlaku.

"Pemerintah negara bagian dan lembaga terkait akan terus memantau situasi kabut asap secara ketat. Setiap perubahan atau tindakan lanjutan akan diumumkan melalui saluran resmi," ujar Muhammad Naqib.

Lebih dari 617.000 Siswa Terdampak

Sekolah-sekolah di Johor sebelumnya ditutup pada 8 dan 9 Oktober. Penutupan kemudian diperpanjang hingga 23 Oktober karena kondisi kabut asap.

Perpanjangan penutupan tersebut berdampak pada 1.198 sekolah dan lebih dari 617.000 siswa di seluruh Johor, menurut laporan The Star sebelumnya.

Pada 15 Oktober, Kementerian Pendidikan Malaysia menaikkan ambang batas API untuk penutupan sekolah menjadi di atas 200. Sementara itu, kegiatan sekolah di luar ruangan harus dihentikan ketika pembacaan API mencapai 100 atau lebih.

Sebelumnya, sekolah diwajibkan tutup ketika API melewati 180 atau bertahan di atas 150 selama tiga hari berturut-turut.

 

Singapura Ikut Terdampak Kabut Asap

Seorang pria mengambil gambar ketika Hotel dan Resor Marina Bay Sands diselimuti kabut asap, Singapura, Rabu (18/9/2019). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra mencapai Singapura dan Malaysia. (Roslan RAHMAN/AFP)

Sementara itu, Singapura masih menghadapi kabut asap yang berasal dari kebakaran regional.

Kualitas udara di seluruh Singapura memburuk pada Sabtu pagi. Indeks Standar Polutan (PSI) dalam periode 24 jam mencapai kategori tidak sehat di seluruh lima wilayah.

Pada pukul 19.00, pembacaan PSI berada di kisaran 108 hingga 152, dengan angka tertinggi tercatat di wilayah barat Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mengatakan hujan diperkirakan turun selama akhir pekan. Perubahan arah angin mulai Minggu juga diperkirakan dapat membantu mengurangi jumlah kabut asap yang masuk ke Singapura.

Namun, asap dari kebakaran di wilayah Sumatra dan Kalimantan, Indonesia, masih berpotensi memengaruhi kualitas udara di Singapura dan Malaysia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya