Oliver Kahn Repotkan Manchester United, Kasih Saran Mengejutkan

Manchester United dipusingkan komentar dan saran dari Kahn terhadap salah satu pelatih yang diincarnya.

oleh ThomasDiterbitkan 24 Oktober 2026, 17:30 WIB
Oliver Kahn (OLIVER LANG)

Liputan6.com, Jakarta - Nama Julian Nagelsmann mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan Manchester United di tengah meningkatnya tekanan terhadap Michael Carrick menyusul hasil pertandingan yang mengecewakan. Namun, peluang menangani klub raksasa Inggris tersebut dinilai bukan tanpa risiko.

Mantan CEO Bayern Munchen, Oliver Kahn, mengingatkan Nagelsmann agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Menurutnya, Manchester United saat ini belum tentu menjadi lingkungan yang ideal bagi pelatih asal Jerman tersebut untuk mengembangkan kariernya.

Kahn menyoroti persoalan stabilitas kepelatihan yang selama beberapa musim terakhir menjadi tantangan bagi Manchester United. Pergantian manajer yang berulang dinilai menyulitkan klub membangun proyek jangka panjang dan menjaga kesinambungan permainan tim.

Berbicara kepada Sky Germany, Kahn menilai Nagelsmann masih perlu mempertimbangkan tantangan yang akan dihadapinya jika memutuskan berkarier di luar Jerman, khususnya di kompetisi seketat Premier League.

"Dari sudut pandangnya, situasi ini tidak mudah. Ia bukan sosok yang memiliki banyak pengalaman di level tertinggi, khususnya ketika menangani klub di luar negeri," kata Kahn.

"Premier League dan Manchester United juga tidak dikenal memiliki stabilitas dalam urusan pelatih selama beberapa tahun terakhir," sambungnya.

Kahn menilai pengalaman Nagelsmann bersama Bayern Munchen dan tim nasional Jerman telah memberinya tantangan besar. Karena itu, keputusan untuk menerima pekerjaan di Manchester United harus dipertimbangkan secara matang agar tidak justru menghambat perkembangan kariernya.


Kahn Minta Nagelsmann Selektif Memilih Klub

Oliver Kahn (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)

Menurut Kahn, Nagelsmann memiliki kemampuan untuk membangun tim, mengembangkan pemain, serta menerapkan identitas permainan yang jelas. Namun, potensi tersebut membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung dan waktu yang cukup untuk menghasilkan perubahan.

Persoalannya, Manchester United merupakan klub dengan ekspektasi tinggi. Manajemen dan suporter menginginkan hasil positif dalam waktu singkat, sedangkan proses membangun kembali kekuatan tim membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Perbedaan antara tuntutan hasil instan dan kebutuhan membangun proyek jangka panjang berpotensi menjadi persoalan tersendiri bagi Nagelsmann apabila menerima tawaran menangani Setan Merah.

Kahn pun meminta sang pelatih untuk mempertimbangkan secara serius langkah berikutnya. Menurutnya, nama besar Manchester United tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika menentukan klub yang akan ditangani.

Lanjut Baca:

"Ia benar-benar harus bertanya kepada dirinya sendiri: apa langkah berikutnya yang harus diambil? Apakah langkah itu harus benar-benar tepat? Atau justru langsung mengikatkan diri pada risiko besar seperti Manchester United, tempat hampir setiap pelatih pada akhirnya mengalami kegagalan dalam beberapa tahun terakhir?" ujar Kahn. Ia juga menekankan pentingnya bagi Nagelsmann untuk memahami kekuatan dan karakteristik kepelatihannya sebelum menentukan pilihan. Kecocokan antara filosofi pelatih dan kebutuhan klub dinilai menjadi faktor penting untuk membangun kesuksesan dalam jangka panjang. "Bayern Munchen dan tim nasional Jerman saja sudah menjadi tantangan besar baginya. Ia harus memikirkan dengan saksama di mana letak kekuatannya dan klub mana yang benar-benar bisa ia bantu," lanjut Kahn.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya