Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 Dinginkan KMP Batumandi

Kemenhub posisikan KN Trisula P.111 guna bantu pendinginan KMP Batumandi di alur Pelabuhan Merak serta cegah risiko pencemaran laut.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 23 Oktober 2026, 20:00 WIB
Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10/2026) sore.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan Kapal Negara (KN) Trisula P.111 guna membantu proses pendinginan KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, setelah upaya pemadaman api dinyatakan selesai.

Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt. Budi Mantoro, menyampaikan bahwa hingga Rabu sore, pemadaman api telah mencapai 100%. Proses pendinginan kini terus berjalan dengan melibatkan kapal patroli dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, serta Basarnas.

"Proses pemadaman telah mencapai 100% dan saat ini dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan kondisi kapal tetap terpantau," ujarnya dikutip Antara, Jumat (23/10/2026).

Budi menambahkan bahwa penanganan kebakaran KMP Batumandi mengandalkan pengerahan unsur kapal bantuan serta koordinasi intensif antarinstansi.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mendukung penanganan yang aman serta menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” kata Budi.

Kronologi Penanganan dan Pemasangan Oil Boom

Pertamina Trans Kontinental menyiapkan 265 meter oil boom permanen dan empat sea boom untuk mencegah potensi tumpahan minyak dari KMP Batumandi. (Dok Pertamina)

Sebelumnya, pada Rabu pagi, asap tebal dan kobaran api kembali terlihat memancar dari KMP Batumandi. Tim di lapangan merespons cepat, KN Jembio P.125 memulai pemadaman pada pukul 07.27 waktu setempat, disusul bantuan pendinginan oleh kapal tunda TB Ratu Harbour dan TB Gunung Cipala mulai pukul 07.45. Pada pukul 08.51, KN Trisula P.111 merapat ke lokasi KMP Batumandi untuk memperkuat upaya pendinginan.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menjelaskan bahwa sinergi bersama VTS Merak, Basarnas, badan usaha pelabuhan, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperketat demi memantau kondisi kapal secara aman.

"Koordinasi terus kami perkuat bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkoordinasi, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian," ujar Yogie.

Selain mengerahkan KN 333 untuk pendinginan, KSOP Kelas I Banten mengambil langkah pencegahan pencemaran laut dengan memasang oil boom mengelilingi KMP Batumandi. Pemasangan pelampung penyekat ini bertujuan membatasi sebaran jika terjadi kebocoran bahan bakar atau minyak pelumas, sehingga potensi kerusakan ekosistem perairan dan gangguan aktivitas warga pesisir dapat diminimalkan.

Posko Darurat dan Puluhan Armada Gabungan

Guna mempermudah komando operasional, tim gabungan mendirikan posko penanganan di Gedung Sosoro Mall PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan situasi dan penyusunan langkah-langkah darurat.

Puluhan unsur armada dikerahkan dalam aksi penyelamatan dan evakuasi ini, antara lain: 

  • Kapal Negara & Patroli: KN Trisula P.111, KN Jembio P.125, KN SAR Tetuka, KNP 333, dan BC 9006 milik Bea Cukai.
  • Kapal Tunda (Tugboat): TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, TB Karya Pacific 2291, TB Rizaluta Patra 00, TB Ratu Harbour, TB Krakatau IP 01,serta TB Diasraya VII.
  • Kapal Penyeberangan & Pendukung: KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, dan SPOB Samawa.

Ditjen Perhubungan Laut menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Kesiapsiagaan petugas dan langkah antisipasi pencemaran ini diharapkan dapat menuntaskan penanganan darurat secara optimal,sekaligus menjaga keselamatan pelayaran serta kelestarian laut di perairan Merak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya