Liputan6.com, Washington D.C - Seorang pria asal Kanada divonis bersalah atas tuduhan kekerasan terhadap hewan pada hari Senin karena mencuri seekor flamingo bernama Peachy dari kandangnya di sebuah hotel ikonik di Las Vegas.
Jaksa menyebut tindakan tersebut sebagai lelucon jahat, sementara pengacara turis tersebut bersikeras bahwa itu hanya kelakuan bodoh karena mabuk yang tidak bermaksud menyakiti burung tersebut.
Advertisement
Dikutip dari AP News, Rabu (28/10/2026), jaksa mengatakan bahwa turis bernama Mitchell Fairbarn telah melukai dan menakuti seekor flamingo asal Chile berusia 27 tahun ketika ia mengambilnya dari habitatnya di Flamingo Las Vegas Hotel and Casino dan membawa burung yang berteriak ke kamarnya pada 3 Maret.
Pengacara Pembela Josh Tomsheck berkata kepada juri dalam persidangan di pengadilan Nevada bahwa terdakwa sangat menyesali "keputusan buruk" yang ia lakukan dalam keadaan mabuk.
Setelah lima jam berunding, para juri menjatuhkan pria asal Ontario, Kanada ini putusan bersalah atas dakwaan tindak pidana berat maupun tindak pidana ringan terkait kekerasan terhadap hewan.
Fairbarn masih berada dalam tahanan rumah sambil menunggu sidang penetapan hukuman yang dijadwalkan pada 1 Desember. Ia terancam hukuman penjara hingga empat tahun atas tindak pidana berat tersebut dan kemungkinan enam bulan lagi atas vonis tindak pidana ringan.
Setelah putusan dibacakan, ia menolak untuk memberikan komentar saat ia keluar dari ruangan persidangan bersama istrinya. Ia tidak menunjukkan emosi apapun. Pengacaranya pun tidak memberikan komentar apapun.
Dokter hewan Peachy bernama Tiffany Moore sekaligus direktur medis Lone Mountain Animal Hospital mengungkapkan bahwa sejak insiden tersebut, kondisi fisik flamingo itu baik-baik saja, tapi ia terlihat lebih cemas dan gugup ketika diperiksa.
Sebelumnya, jaksa penuntut berkata kepada para juri bahwa Fairbarn dengan sengaja menyebabkan rasa sakit fisik kepada burung tersebut, sambil mencatat bahwa ditemukan bulu-bulu di lantai hotel. Video memperlihatkan burung tersebut berkicau keras saat Fairbarn memegangnya, dan jaksa menyatakan Peachy merasakan sakit saat ditarik dari kakinya.
Kecaman Masyarakat dan Tak Dapat Keluar dari AS
Video yang diputar dalam persidangan memperlihatkan Fairbarn sedang memegang flamingo tersebut di dalam lift dan membawanya menyusuri lorong hotel di hotel terkenal tersebut. The Flamingo adalah salah satu hotel tertua di Las Vegas Strip dan habitat flamingo yang terkenal di sana juga dihuni oleh burung kolibri, kura-kura, ikan koi, dan spesies lainnya.
Polisi Las Vegas tiba di lokasi setelah petugas keamanan melaporkan bahwa ada seseorang yang mengambil flamingo. Pihak berwenang mengungkapkan saat Peachy ditemukan, tujuh hingga delapan bulunya hilang, terdapat noda darah di bulunya, dan sayapnya terluka.
Pengacara pria tersebut berkata aksi mengambil burung itu "bodoh" dan "dipicu karena mabuk." Namun, ia menambahkan Fairbarn sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti burung tersebut, yang menjadi unsur kunci dalam dakwaan tindak pidana berat tersebut.
"Ia tak seharusnya melakukan itu, seharusnya tidak masuk ke habitat tersebut, seharusnya tidak menyentuh burung itu, seharusnya tidak membawa Peachy ke dalam," ujar Tomsheck. "Kenyataannya, Mitch sedang mabuk. Mitch bertindak bodoh. Ia mengambil keputusan yang buruk."
Fairbarn terlihat di ruang sidang dengan kepala tertunduk dan kedua tangannya menutupi matanya.
Jaksa penuntut Clark County Haley Willming berkata pria tersebut telah menerima ancaman pembunuhan setelah mengambil burung flamingo itu, dan ia tidak dapat meninggalkan Amerika Serikat ketika ayahnya meninggal dunia ketika ia sedang menunggu persidangan.
Walaupun peristiwa itu sangat disayangkan, sang jaksa mengatakan "semua itu tidak akan terjadi seandainya ia tidak melakukan apa yang ia lakukan, seandainya ia tidak membuat pilihan-pilihan yang diambilnya."
Para juri mulai berunding sesaat sebelum tengah hari setelah pembacaan argumen penutup pada Senin pagi.
Aktivis hak-hak hewan asal Nevada John Waudby yang baru-baru ini turut memperkuat undang-undang kekejaman terhadap hewan di negara bagian tersebut berkata ia yakin keadilan telah ditegakkan atas nama Peachy.
"Saya harap ini menjadi pesan bagi siapapun yang ingin mengganggu hewan-hewan kami. Hal itu tidak akan bisa dilakukan di Nevada," tuturnya di luar ruang sidang setelah putusan pada hari senin.