Deretan Hoaks Pendaftaran Bansos di Facebook, Simak Daftar dan Faktanya

Hoaks pendaftaran bansos di Facebook disertai dengan link di mana ketika diklik akan mengarah pada situs yang meminta data pribadi.

oleh Nur HabibieDiterbitkan 25 Oktober 2026, 18:00 WIB
Hoaks mengenai link pendaftaran bansos PKH 2026 beredar di media sosial.

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks mengenai pendaftaran bantuan sosial (bansos) kerap beredar di masyarakat melalui Facebook. Hoaks disertai dengan link di mana ketika diklik akan mengarah pada halaman situs yang meminta data pribadi.

Kementerian Sosial (Kemensos) pun meminta masyarakat waspada terhadap hoaks mengenai tautan pendaftaran bansos yang marak beredar.

Lantas apa saja hoaks mengenai bansos? Simak beberapa daftarnya berikut ini: 

1. Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bansos Uang Tunai Rp 5,4 Juta

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) uang tunai Rp 5,4 juta. Klaim itu beredar di Facebook pada 8 Oktober 2026.

Berikut isi unggahannya:

"KEMENTERIAN SOSIAL BERBAGI 2026

✅ Resmi dari Kemensos RI

✅ Tidak dipungut biaya

✅ Tanpa perantara, tanpa antrean

📋 Cukup isi formulir & lengkapi data kependudukan

📆 Batas pendaftaran: hingga kuota terpenuhi

📝 Program ini merupakan bagian dari transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial secara transparan dan efisien ke seluruh Indonesia

SEGERA DAFTARKAN DI ANDA DI LINK YANG ADA DI BIO!!!".

Unggahan disertai tautan pendaftaran. Jika tautan diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos uang tunai Rp 5,4 juta? Simak penelusuran berikut ini...

 

2. Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bansos PKH 2026 Rp 1,7 Juta

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 1,7 juta per orang. Klaim pendaftaran itu beredar di media sosial Facebook pada 26 September 2026.

Berikut isi unggahannya:

"BANSOS PKH 2026

BANTUAN SOSIAL PKH MERATA UNTUK MASYARAKAT INDONESIA

BANTUAN PKH SEBESAR Rp.1.700.000, Per Orang.

Daftarkan Diri Anda Dibawah Ini & Ikuti Persyaratannya.

Daftar Sekarang⬇️".

Unggahan menyertakan foto Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf dan juga adanya tulisan sebagai berikut:

"BANSOS GO DIGITAL

CEK STATUS PENERIMAAN BANSOS ANDA SECARA ONLINE BANTUAN SENILAI Rp 1.500.000

DISALURKAN MELALUI REKENING BANK ATAU E-WALLET TERDAFTAR".

Unggahan disertai tautan pendaftaran. Jika tautan diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor WhatsApp aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos PKH Rp 1,7 juta per orang? Simak penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bansos PKH Ibu Hamil

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk ibu hamil sebesar Rp 3 juta. Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 10 Oktober 2026.

Dalam unggahannya terdapat poster dengan narasi:

"Program Keluarga Harapan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempercepat pencairan dana program keluarga harapan Agustus - Oktober 2026

Ibu hamil bisa mendapat bantuan sebesar Rp.3.000.000 per tahun

Pendaftaran bisa dilakukan melalui telepon seluler/hp".

Akun itu menambahkan narasi:

"Alhamdulillah dengar kabar, PKH dan ibu hamil akan cair lagi semoga kali ini bisa dapat, amin".

Unggahan itu juga disertai arahan untuk mengklik link yang ada di bio akun tersbeut. Saat link di bio profil diklik akan mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos PKH untuk ibu hamil sebesar Rp 3 juta? Simak penelusuran berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya