Top 3 Tekno: Alasan HP Android Murah Punya Bezel Tebal Tuai Perhatian

Mengapa HP Android murah memiliki bezel lebih tebal ketimbang HP flagship? Yuk, cari tahu alasannya.

oleh IskandarDiterbitkan 23 Oktober 2026, 11:12 WIB
Ilustrasi HP Android. (Photo by Amanz on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Penjelasan teknis soal mengapa HP Android memiliki bezel lebih tebal ketimbang HP flagship, menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (22/10/2026) kemarin.

Informasi lain yang juga populer datang dari bocoran Oppo Reno X yang disebut sebagai HP non-lipat berlayar lebar.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Terungkap, Ini Alasan HP Android Murah Punya Bezel Lebih Tebal dari Flagship

Banyak HP Android kelas terjangkau memiliki bezel atau bingkai layar yang lebih tebal dibandingkan ponsel kelas atas (flagship). Kondisi ini membuat tampilannya kurang modern, meskipun bagian lain dari bodi sudah terlihat premium.

Dikutip dari BGR, Senin (19/10/2026), bingkai tebal bukan sekadar hasil strategi pemasaran. Salah satu penyebabnya adalah “keterbatasan teknis” dalam penggunaan teknologi layar.

Perbedaan desain ini terlihat pada sejumlah ponsel kelas menengah, termasuk Samsung Galaxy A26. Meski mengusung desain modern, bagian bawah layarnya masih memiliki bingkai yang cukup lebar.

Penyebabnya berkaitan dengan teknologi panel yang digunakan. HP flagship umumnya memakai panel OLED fleksibel yang bagian bawahnya bisa ditekuk untuk menghubungkan layar dengan mainboard.

Sebaliknya, HP kelas terjangkau biasanya menggunakan panel OLED kaku atau LCD. Jenis panel tersebut membutuhkan ruang lebih besar untuk konektor yang kemudian disembunyikan di balik bingkai layar.

Panel fleksibel juga membutuhkan biaya produksi lebih tinggi. Biaya pembuatan layar jenis ini dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan panel biasa.

Baca selengkapnya di sini 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

2. Bocoran Oppo Reno X, HP Non-Lipat Berlayar Lebar dengan Baterai Raksasa

Tampilan Layar HP Layar Lipat Oppo Find N3. (Liputan6.com/Labib Fairuz)

Oppo dikabarkan tengah mempersiapkan HP non-lipat berlayar lebar terbaru. Menurut pembocor ternama, Digital Chat Station, prototipe rekayasa perangkat ini dibekali baterai berkapasitas jumbo.

Diwartakan GizmoChina, Kamis (22/10/2026), pembocor juga menyebut perangkat tersebut akan ditenagai chipset terbaru MediaTek, Dimensity 9600M dan dua sensor kamera 200MP.

HP yang diperkirakan bernama Oppo Reno X ini juga dirumorkan mengandalkan sensor Samsung ISOCELL HPE dan HP5 untuk lensa utama serta periskop telefoto.

Dari sektor daya, bocoran terbaru mengklaim membawa peningkatan baterai berkapasitas 8.000 mAh yang sebelumnya 7.000 mAh.

Daya sebesar ini tergolong sangat mumpuni untuk perangkat berlayar 6,35 inci dengan rasio 16:9 dan resolusi 2560 × 1440 piksel.

Berdasarkan laporan sebelumnya, Oppo kemungkinan akan meluncurkan Oppo Reno x ini di Tiongkok bersamaan dengan ponsel lipat Oppo Find N7 pada kuartal pertama 2027.

Baca selengkapnya di sini

 

 
 
 
 
 
 
 
 

3. AI Buka Peluang Kerja, Indonesia Perlu Perkuat Keahlian Digital

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah dalam rangkaian kegiatan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi membuka lapangan kerja baru di Indonesia. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang tepercaya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, Indonesia perlu berinvestasi dalam pengembangan insinyur AI, profesional keamanan siber, ilmuwan data, pembuat kebijakan, serta tenaga pendidik untuk memperkuat ekosistem digital nasional.

“Keamanan siber merupakan investasi strategis untuk pertumbuhan dan inovasi,” ujar Edwin dalam rangkaian kegiatan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Selain infrastruktur dan teknologi, kesiapan SDM menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital. Karena itu, pengembangan kapasitas tenaga kerja perlu dilakukan agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul seiring perkembangan teknologi.

Penguatan kapasitas tersebut juga perlu menjangkau tenaga kerja yang telah memasuki dunia profesional. Program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) dibutuhkan agar pekerja dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri dan berpartisipasi dalam transformasi digital.

Baca selengkapnya di sini

 
 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya