Michael Carrick Balas Kritik Bruno Fernandes Usai Manchester United Dibantai Como 1-4

Manchester United semakin terpuruk usai kalah telak 1-4 dari Como di ajang Liga Champions tadi malam.

oleh ThomasDiterbitkan 22 Oktober 2026, 21:00 WIB
Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, merespons kritik yang dilontarkan kapten timnya, Bruno Fernandes, terkait pendekatan taktik Setan Merah saat menelan kekalahan telak 1-4 dari Como pada pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026).

Kekalahan tersebut semakin memperbesar tekanan terhadap Carrick. Performa Manchester United dinilai belum meyakinkan, sementara hasil negatif yang terus berulang membuat posisi sang pelatih menjadi sorotan.

Como langsung mengejutkan Manchester United melalui gol cepat Nico Paz pada menit-menit awal pertandingan. Setan Merah kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memberikan respons yang cukup untuk membalikkan keadaan.

Situasi semakin sulit bagi tim tamu setelah Como mampu memanfaatkan kelemahan permainan United. Joshua Zirkzee akhirnya mencetak gol hiburan pada menit-menit akhir, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Manchester United dari kekalahan 1-4.


Carrick Tegaskan Masalah Bukan Sekadar Taktik

Usai pertandingan, Bruno Fernandes secara terbuka menyoroti pendekatan permainan Manchester United, terutama keputusan tim pelatih yang tidak menerapkan pressing satu lawan satu secara konsisten.

Menurut Fernandes, pendekatan tersebut memberikan terlalu banyak ruang bagi Como untuk menguasai bola dan membangun serangan. Ia menilai Manchester United seharusnya lebih berani melakukan tekanan tinggi agar lawan tidak leluasa mengembangkan permainan.

Pernyataan sang kapten kemudian mendapat respons dari Carrick. Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa pendekatan taktik tidak akan memberikan hasil maksimal apabila para pemain tidak menunjukkan intensitas dan kerja keras yang dibutuhkan.

"Kami sebenarnya menerapkan pressing satu lawan satu secara parsial pada babak kedua, tetapi kemudian kebobolan dari situasi tersebut," ujar Carrick.

Ia kemudian menekankan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh sistem permainan yang digunakan.

"Terlepas dari sistem atau taktik yang dimainkan, jika Anda tidak berlari, tidak bergerak maju, dan tidak berlari kembali untuk bertahan, Anda tidak akan menang," lanjutnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Carrick tidak sepenuhnya sependapat dengan penilaian Fernandes. Bagi sang pelatih, disiplin, intensitas, dan komitmen para pemain juga menjadi faktor penting yang menentukan hasil pertandingan.


Bruno Fernandes Soroti Keberanian Manchester United

Pemain Manchester United tertunduk lesu usai kalah dari Como (AFP)

Sebelumnya, Fernandes mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara Manchester United menghadapi Como. Gelandang asal Portugal itu menilai timnya kurang memberikan tekanan kepada pemain lawan, terutama ketika Como mulai nyaman menguasai bola.

Lanjut Baca:

Fernandes juga menilai Manchester United perlu mengambil risiko lebih besar dengan menerapkan pressing tinggi. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuat lawan kesulitan membangun serangan sekaligus mengurangi keleluasaan mereka mengendalikan pertandingan. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai strategi permainan merupakan tanggung jawab pelatih dan stafnya. Pernyataan Fernandes menjadi sorotan karena disampaikan setelah Manchester United mengalami kekalahan telak. Kritik terbuka dari seorang kapten terhadap pendekatan taktik tim pelatih pun menambah perhatian terhadap situasi internal klub.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya