Liputan6.com, Jakarta - Informasi mengenai santri tidak luput dari hoaks yang beredar di media sosial. Hoaks yang beredar pun beragam, salah satunya konvoi bus santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menuju DPR, Jakarta.
Lantas apa saja hoaks terkait santri yang beredar di medsos? Simak daftar dan faktanya berikut ini:
Advertisement
1. Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Konvoi Bus Santri Tebuireng Menuju Gedung DPR
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video yang mengklaim konvoi bus santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menuju gedung DPR, Jakarta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 Agustus 2026.
Dalam unggahan tersebut terlihat rombongan bus melaju di jalanan. Video disertai tulisan sebagai berikut:
"SANTRI TEBU IRENG SIAP MENGGETARKAN JAKARTA KARENA DULU MEGAWATI PERNAH BERANI' MELENGSERKAN GUS DUR
Pasukan santri tebu Ireng Jombang"
Unggahan menyertakan keterangan sebagai berikut:
"Gempar...Pasukan santri tebu Ireng otw gedung DPR Jakarta"
Lalu benarkah postingan video yang diklaim konvoi bus santri dari Pesantren Tebuireng menuju gedung DPR, Jakarta? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks Kemenag Mewajarkan Kasus Pencabulan Santri di Pati
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 Mei 2026.
Dalam unggahannya terdapat foto Menag Nasaruddin Umar dengan narasi:
"Kemenag menegaskan pencabulan 50 santri di Pati bukan termasuk kejahatan agama melainkan nafsu manusiawi, itu wajar"
Akun itu menambahkan narasi:
"Menteri Agama ngomong bukan kejahatan agama.
Mana jempolnya dan komennya wahai netizen."
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
3. Cek Fakta: Tidak Benar Video Ratusan Santri Terkapar Usai Disuntik Vaksin Covid-19
Sebuah video yang diklaim ratusan santri terkapar usai disuntik vaksin virus corona Covid-19 beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Rizki Berkah pada 10 Januari 2021.
Dalam video tersebut tampak beberapa santri lemas. Mereka terlihat digendong dan dibawa ke suatu ruangan. Di ruangan tersebut mereka terbaring lemas. Para santri tersebut disebutkan dalam video berasal dari Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember.
Akun Facebook Rizki Berkah kemudian mengklaim bahwa ratusan santri tersebut terkapar usai disuntik vaksin Covid-19.
"Akibat vaksin hampir 100 anak santri terkapar, harus ditelusuri, jangan2 ini Suntik vaksin covid-19," tulis akun Facebook Rizki Berkah.
Konten yang disebarkan akun Facebook Rizki Berkah telah 14 kali ditonton warganet.
Benarkah ratusan santri dalam video tersebut terkapar usai disuntik vaksin virus corona Covid-19? Berikut hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.