Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kemenhut, jumlah titik hotspot di enam provinsi prioritas menunjukkan angka yang berbeda dalam 24 jam terakhir.
Advertisement
Enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla meliputi Sumatra Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jambi, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Riau.
Di Sumatra Selatan (Sumsel), tercatat 2.302 hotspot atau titik api dengan tingkat rendah (low) hingga tinggi (high). Sementara itu, Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat 7.502 hotspot atau titik api dengan tingkat rendah (low) hingga tinggi (high).
Selanjutnya, Jambi mencatat 245 hotspot atau titik api dengan tingkat rendah (low) hingga tinggi (high). Adapun di Kalimantan Selatan (Kalsel), terdapat 1.482 hotspot atau titik api dengan tingkat rendah (low) hingga tinggi (high).
Di Kalimantan Barat (Kalbar), tercatat 767 hotspot atau titik api dengan tingkat rendah (low) hingga tinggi (high). Sedangkan di Riau, terdapat hotspot atau titik api dengan tingkat rendah (low) hingga tinggi (high).
Pemantauan hotspot atau titik api melalui situs SiPongi menggunakan tiga satelit, yakni NASA TERRA/AQUA, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.
Data BMKG
Sementara itu, berdasarkan data dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di www.bmkg.go.id, tercatat hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high) pada Kamis (22/10/2026) pukul 00.00–10.00 WIB.
Di wilayah Sumatra, tercatat 1.733 hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high).
Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatat 7.736 hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high).
Adapun di wilayah Jawa, tercatat 272 hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high).
Untuk wilayah Nusa Tenggara terdapat 10 hotspot atau titik api dalam tingkat kepercayaan atau confidence rendah (low) hingga tinggi (high).
Selanjutnya di wilayah Sulawesi, terdapat 245 hotspot atau titik api dalam tingkat kepercayaan atau confidence rendah (low) hingga tinggi (high).
Terakhir di wilayah Papua dan Maluku, terdapat 13 hotspot atau titik api dalam tingkat kepercayaan atau confidence rendah (low) hingga tinggi (high).
Pemantauan yang digunakan BMKG menggunakan satelit Terra, Aqua, Suomi NOPP dan NOAA20.