Danantara Mulai Borong Saham BUMN

Danantara mulai membeli saham BUMN di pasar modal Indonesia usai tertekan isu MSCI. Pandu Sjahrir sebut valuasi dan prospeknya kini sangat menarik.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 22 Oktober 2026, 11:15 WIB
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membeli saham-saham BUMN di pasar modal Indonesia pada Rabu (21/10/2026) dan Kamis (22/10/2026). Langkah ini diambil karena Danantara menilai valuasi emiten pelat merah makin menarik di tengah prospek pertumbuhan yang baik.

Langkah ini sekaligus merespons tekanan pada pasar modal Indonesia usai catatan dari MSCI dipublikasikan hingga berdampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan, akumulasi pembelian saham tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil investasi.

"Dari kemarin, hari ini, kita sudah mulai beli saham-saham yang ada yang kami lihat menarik. Kita terus selama harga menarik, dengan prospek yang baik," ujar Pandu di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).

Pandu menjelaskan, Danantara mengutamakan investasi yang berorientasi pada keuntungan dengan memperhitungkan keseimbangan risiko dan potensi imbal hasil (risk-reward).

"Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik, dan kami juga sudah mulai masuk ke pasar modal. Tentunya itu akan bertambah terus tergantung nanti kondisi pasarnya," kata Pandu.

 

Fundamental Saham BUMN

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Ia menilai saham-saham BUMN memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang kuat sehingga memberikan peluang investasi yang sangat menjanjikan bagi Danantara.

"Prospek-prospek secara fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal Indonesia, apalagi yang merupakan BUMN, memang sangat menarik," ujar Pandu.

Pandu menegaskan, Danantara akan terus mencermati kondisi pasar dan kekuatan fundamental perusahaan sebelum menambah portofolio investasinya. Strategi ini diterapkan demi menjaga potensi keuntungan dengan tetap memperhitungkan dinamika risiko pasar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya