5.090 Pekerja Terlibat Mogok Kerja hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi

Kemnaker mencatat 28 kasus mogok kerja dengan 5.090 pekerja terlibat sepanjang Januari-September 2026. DKI Jakarta mencatat jumlah pekerja terbanyak.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Para elemen buruh juga mengungkap sejumlah alasan terkait tuntutan kenaikan UMP 2025. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 28 kasus mogok kerja terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Dari seluruh kasus tersebut, terdapat 5.090 tenaga kerja yang terlibat.

Berdasarkan Satudata Kemnaker, dikutip Rabu (21/10/2026), dalam data jumlah kasus mogok kerja dan tenaga kerja yang terlibat menurut provinsi, DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan angka tertinggi. Ibu kota mencatat lima kasus mogok kerja dengan total 1.920 pekerja yang terlibat.

Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan provinsi lainnya, baik dari sisi jumlah pekerja maupun jumlah kasus yang tercatat bersama Kalimantan Barat.

Kalimantan Barat juga mencatat lima kasus mogok kerja selama sembilan bulan pertama 2026. Namun, jumlah pekerja yang terlibat di provinsi tersebut mencapai 845 orang, lebih sedikit dibandingkan DKI Jakarta.

Sementara itu, Jawa Barat mencatat tiga kasus mogok kerja dengan total 900 pekerja yang terlibat. Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pekerja yang terlibat terbesar ketiga secara nasional.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jumlah kasus mogok kerja tidak selalu sebanding dengan jumlah pekerja yang terlibat. Karena itu, kedua indikator tersebut perlu dilihat secara bersamaan untuk memahami sebaran aksi mogok kerja di berbagai daerah.

 

Jawa Timur Catat 3 Kasus Mogok Kerja

Selain DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Jawa Barat, sejumlah provinsi lain juga mencatat kasus mogok kerja selama Januari-September 2026.

Riau mencatat tiga kasus dengan 380 pekerja yang terlibat. Kemudian, Jawa Timur melaporkan tiga kasus dengan total 49 pekerja.

Kepulauan Riau mencatat dua kasus mogok kerja yang melibatkan 300 pekerja. Adapun Banten melaporkan dua kasus dengan 150 pekerja yang terlibat.

Di provinsi lainnya, Jawa Tengah mencatat satu kasus dengan 205 pekerja yang terlibat. Kalimantan Utara juga mencatat satu kasus, dengan jumlah pekerja mencapai 200 orang.

Sumatera Selatan melaporkan satu kasus yang melibatkan 100 pekerja. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat satu kasus dengan 30 pekerja dan Sumatera Barat satu kasus dengan 11 pekerja yang terlibat.

Secara keseluruhan, data Satudata Kemnaker mencatat 28 kasus mogok kerja dengan total 5.090 pekerja yang terlibat sepanjang Januari hingga September 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya