Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu, (21/10/2026). Pergerakan harga perak Antam hari ini berlawanan arah dengan harga perak dunia dan harga emas Antam.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini naik Rp 600 menjadi Rp 39.200. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 38.600.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 10.325.000 dan perak batangan 500 gram dipatok Rp 19.725.000.
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip laman tradingeconomics.com, harga perak dunia turun 0,68% menjadi US$ 57,58.
Harga perak turun mendekati US$ 57,5 per ons pada Rabu, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya seiring dengan meningkatnya harga minyak yang memperparah kekhawatiran akan inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Harga minyak kembali melanjutkan tren kenaikan setelah seorang diplomat menepis laporan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran dalam waktu dekat, meskipun negosiasi masih terus berlangsung.
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur, ditambah dengan maraknya serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, semakin memperbesar kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan. Sementara itu, Federal Reserve AS diperkirakan secara luas mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pekan depan, meskipun pasar mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa juga diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga kebijakan mereka pada pekan depan. Meskipun logam secara tradisional dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung melemahkan daya tariknya dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan imbal hasil berupa bunga.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas melemah tipis pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas yang terjadi seiring investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut tahun ini, menjelang pertemuan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.
Mengutip CNBC, Rabu (21/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 4.125,90 per ons pada pukul 14.05 EDT (18/05 GMT). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutu melemah 0,4% pada level US$ 4.142,60 per ons.
“Inflasi dan suku bunga the Fed merupakan faktor utama yang menjadi tantangan bagi emas saat ini. Untuk sementara waktu, obligasi pemerintah AS tampak lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset aman,” ujar Senior Market Strategis StoneX, Bob Haberkorn.
Ia menuturkan, level US4 4.000 merupakan angka penting yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah harga emas mampu bertahan di atasnya.
"Banyak dari hal tersebut, untuk saat ini, akan bergantung pada apa yang disampaikan oleh The Fed," ujar Haberkorn.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, yang merupakan kenaikan pertama tahun ini.
Meskipun komentar terbaru dari para pejabat The Fed mengisyaratkan kurangnya urgensi untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral pada 27–28 Oktober 2026, para pelaku pasar melihat peluang sebesar 92% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut perangkat FedWatch dari CME.
Harga Emas Turun 26% dari Level Tertinggi
Harga emas saat ini masih turun sekitar 26% dari rekor tertingginya sebesar US$ 5.594,82 pada Januari, dan sekitar 22% dari level saat dimulainya perang di Iran, ketika kekhawatiran akan inflasi energi memperkuat spekulasi mengenai kenaikan suku bunga.
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) akan berkurang di tengah lingkungan suku bunga tinggi.
Para investor juga tengah mencermati data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS yang akan dirilis minggu depan, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed untuk mendapatkan petunjuk apakah tekanan inflasi masih terus berlanjut dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi prospek suku bunga.
Di Jepang, Gubernur bank sentral Kazuo Ueda menyatakan inflasi inti sudah "cukup dekat" dengan target 2%, yang mengisyaratkan adanya ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 1,4% menjadi US$ 57,86 per ons, platinum naik 1% menjadi US$ 1.656,85 per ons, sementara paladium turun 1,3% menjadi US$ 1.105,50 per ons.