ASDP Fokus Dampingi Penumpang Setelah Kebakaran KM Batumandi

ASDP Indonesia menegaskan, seluruh penumpang dan awak kapal KM Batumandi dapat dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 21 Oktober 2026, 09:36 WIB
Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10/2026) sore.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo memastikan tidak ada korban jiwa dari kebakaran KM Batumandi, di sekitar Pelabuhan Merak, Banten. Pendampingan kepada penumpang terus dilakukan.

Heru mengungkapkan, kebakaran KM Batumandi berhasil ditangani pukul 21.02 WIB, Selasa, 20 Oktober 2026. Seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi, dengan laporan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja cepat dan berkoordinasi dalam penanganan di lapangan," kata Heru dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).

Dia memastikan pendampingan penumpang terus berjalan setelah proses evakuasi selesai. Penumpang yang membutuhkan perawatan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan penumpang yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang sesuai, sekaligus mengawal seluruh proses tindak lanjut bersama instansi berwenang,” ujar Heru.

Sementara itu, bagi penumpang yang telah diperbolehkan pulang, ASDP turut memfasilitasi proses pemulangan guna memastikan perjalanan kembali berlangsung dengan aman dan lancar. Perusahaan juga menyiapkan posko koordinasi di Merak dan Bakauheni.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung koordinasi antarpihak, memantau kebutuhan penumpang, serta memastikan perkembangan informasi disampaikan kepada publik berdasarkan data yang telah diverifikasi.

 

Penyesuaian Operasional Merak-Bakauheni

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan, perusahaan saat ini juga terus memantau kondisi operasional penyeberangan Merak–Bakauheni guna mengantisipasi dampak insiden terhadap pelayanan. Termasuk potensi penyesuaian pola operasi.

"Kami memahami bahwa kejadian ini turut menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jasa. Karena itu, kami memastikan penanganan pascainsiden berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelancaran layanan penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan,” jelas Windy.

Dia memastikan untuk mengawal seluruh proses tindak lanjut insiden, termasuk pemenuhan kebutuhan penumpang, koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta pemantauan operasional bersama instansi terkait. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama ASDP dalam setiap layanan penyeberangan.

 

KM Batumandi Terbakar

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi insiden kebakaran yang terjadi di atas KMP Batumandi saat kapal mendekati Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan kebakaran terjadi ketika kapal sedang dalam proses alun sandar menuju dermaga. Saat itu, KMP Batumandi berada di sekitar Pulau Merak Besar.

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Kemudian, sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

"Hingga saat ini proses penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian. ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi," kata Windy dikutip Antara, Selasa (20/10/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya