Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melemah akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor tengah menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan depan, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga.
Pelaku pasar juga mencermati data inflasi PCE AS untuk memperkirakan arah kebijakan moneter selanjutnya.
Advertisement
Kenaikan imbal hasil obligasi membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor. Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai sinyal kebijakan The Fed yang cenderung hawkish berpotensi menekan harga emas lebih lanjut dalam jangka pendek.
Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu (21/10/2026):
1. Harga Emas Hari Ini Tergelincir, Dolar AS Jadi Biang Kerok
Harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026 (Selasa pagi Jakarta). Harga emas dunia tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS. Pada saat yang sama, investor tengah menantikan keputusan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) pekan depan. The Fed diprediksi mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 4.143,91 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$ 4.163,30 per ons.
Simak artikel selengkapnya di sini
2. Asap Karhutla Meluas, 2.600 Penerbangan Terganggu
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan operasional penerbangan di berbagai wilayah Indonesia sebagai antisipasi terhadap meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini mencakup peningkatan koordinasi, pemantauan ketat, serta penerapan tindakan mitigasi demi memastikan keamanan dan keselamatan moda transportasi udara.
"Kami terus memperkuat pemantauan dan pengawasan operasional penerbangan menyusul dampak karhutla yang menyebabkan gangguan penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa.
Berdasarkan data hingga 19 Oktober 2026, tercatat sebanyak 2.604 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Angka ini melonjak 146 penerbangan dari posisi 17 Oktober 2026 yang sebelumnya berada di angka 2.458 penerbangan.
Simak artikel selengkapnya di sini
3. BEI dan OJK Berbenah, Status Pasar Modal di MSCI Jadi Taruhan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup melemah 3,64% ke level 4.996,60 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks LQ45 juga terkoreksi 3,95% menjadi 488,46. Seluruh indeks saham acuan kompak berada di zona merah. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 18.027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG merupakan respons terhadap sentimen negatif. Ia mengatakan, keputusan MSCI terkait perubahan klasifikasi pasar Indonesia masih menunggu proses konsultasi.