Liputan6.com, Jakarta - Tim kuasa hukum Inara Rusli mendesak penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri mengembangkan penyidikan kasus dugaan illegal access yang berkaitan dengan rekaman CCTV pribadi kliennya. Pengacara Inara, Lechuemanan, meminta penyidik tidak hanya berfokus pada Agung, tetapi juga menelusuri pihak lain yang diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut.
"Jadi saya meminta kepada penyidik Siber Bareskrim, jangan hanya berhenti di Agung. Karena ini sudah ada rangkaian peristiwanya, sudah ada yang mengambil, kemudian dialihkan kepada orang lain. Itu sudah terlihat dan tergambar," ujar Lechuemanan di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).
Advertisement
Menurut Lechuemanan, perpindahan data rekaman CCTV tersebut mengindikasikan adanya rangkaian peristiwa yang perlu diusut secara menyeluruh. Ia meminta Bareskrim mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat hingga berujung pada laporan polisi di Polda Metro Jaya.
"Saya minta Direktorat Siber mengembangkan penyidikan dan mengungkap siapa saja yang terlibat hingga menyebabkan terjadinya laporan polisi di Polda," katanya.
Selain meminta penyidik memperluas pengusutan, tim kuasa hukum Inara juga menyoroti peran Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam meneliti berkas perkara. Lechuemanan berharap jaksa mencermati seluruh rangkaian peristiwa dan tidak mengabaikan fakta yang dapat membantu mengungkap keterlibatan pihak lain.
"Saya minta jaksa dari Kejati DKI Jakarta untuk melihat perkara ini secara lebih luas. Jangan hanya berhenti di tersangka Agung. Saya minta ketika polisi menyerahkan berkas perkara tahap satu, perkara ini dikembangkan," katanya.
Pernyataan Pihak Insanul Fahmi
Sementara itu, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, menambahkan, jaksa memiliki peran penting untuk memastikan setiap petunjuk yang dikumpulkan penyidik masuk dalam proses penanganan perkara. Ia juga mengajak awak media mengawal proses hukum agar seluruh fakta dapat terungkap.
"Petunjuk-petunjuk yang sudah dikumpulkan tidak bisa dihapus atau dilewati. Jaksa harus memberikan petunjuk yang tepat. Rekan-rekan media, tolong kawal. Kita akan terus membuka kasus ini seterang-terangnya," ujarnya.
Motif Pengambilan Rekaman CCTV
Sejauh ini, Tommy mengaku masih mempertanyakan motif di balik pengambilan dokumen rekaman CCTV tersebut. Mereka menilai keterangan yang beredar sejauh ini belum memberikan gambaran utuh mengenai alasan dan rangkaian peristiwa yang terjadi.
"Motifnya sampai saat ini masih belum jelas. Ada yang bilang A, ada yang bilang B. Padahal, peristiwa perkara tidak bisa dipotong. Semua harus berdasarkan fakta, termasuk petunjuk dari percakapan WhatsApp," imbuh Tommy.
Dua Sosok Penting
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyerahkan telepon seluler milik sejumlah saksi kunci kepada penyidik. Dua nama yang disebut, yakni Viola dan Yuni, dinilai memiliki keterangan penting untuk membantu mengungkap perkara tersebut.
"Viola dan Yuni merupakan dua orang yang memiliki petunjuk kuat. Keterangan mereka perlu diuji untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Persoalan ini juga bisa dibuka di kejaksaan maupun persidangan," pungkas Tommy.