Liputan6.com, Jakarta - Harga emas di Pegadaian pada Selasa, (20/10/2026) bervariasi untuk produk buatan Galeri24, Antam dan UBS. Harga tiga produk logam mulia itu juga merosot di tengah harga emas dunia yang melemah.
Mengutip laman Pegadaian saat dipantau pukul 11.20 WIB, harga emas Galeri24 tembus Rp 2.510.000 per gram. Harga emas Galeri24 itu turun sekitar Rp 16.000 dari perdagangan kemarin Rp 2.526.000. Harga emas Antam dibanderol Rp 2.603.000 per gram, susut Rp 10.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.613.000 per gram.
Advertisement
Selain itu, harga emas UBS dipatok Rp 2.534.000 per gram, turun Rp 17.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.551.000 per gram. Harga emas Antam masih mencetak harga per gram tertinggi di Rp 2,60 juta per gram.
Akan tetapi, harga itu dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan dari Pegadaian.
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam beragam ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam yang tercantum dalam daftar harga tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 100 gram.
Perbedaan ukuran memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin membeli emas sesuai kebutuhan dan anggaran. Namun, sebelum melakukan transaksi, calon pembeli perlu memeriksa kembali harga terbaru karena nilai yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu.
Daftar lengkap harga emas Pegadaian:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.316.000
- 1 gram: Rp 2.510.000
- 2 gram: Rp 4.960.000
- 5 gram: Rp 12.307.000
- 10 gram: Rp 24.549.000
- 25 gram: Rp 61.040.000
- 50 gram: Rp 121.984.000
- 100 gram: Rp 243.849.000
- 250 gram: Rp 608.123.000
- 500 gram: Rp 1.216.246.000
- 1.000 gram: Rp 2.432.492.000
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp 1.352.000
- 1 gram: Rp 2.603.000
- 2 gram: Rp 5.145.000
- 3 gram: Rp 7.691.000
- 5 gram: Rp 12.784.000
- 10 gram: Rp 25.513.000
- 25 gram: Rp 63.653.000
- 50 gram: Rp 127.226.000
- 100 gram: Rp 254.372.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.370.000
- 1 gram: Rp 2.534.000
- 2 gram: Rp 5.029.000
- 5 gram: Rp 12.428.000
- 10 gram: Rp 24.725.000
- 25 gram: Rp 61.689.000
- 50 gram: Rp 123.125.000
- 100 gram: Rp 246.151.000
- 250 gram: Rp 615.195.000
- 500 gram: Rp 1.228.946.000.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026 (Selasa pagi Jakarta). Harga emas dunia tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS. Pada saat yang sama, investor tengah menantikan keputusan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) pekan depan. The Fed diprediksi mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Mengutip CNBC, Selasa (20/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 4.143,91 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$ 4.163,30 per ons.
Di sisi lain, dolar AS menguat tipis yang membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,6%. "Ada kekhawatiran bahwa bank sentral harus memperketat kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi, yang kembali mendorong kenaikan imbal hasil obligasi. Dengan tingginya imbal hasil saat ini, para investor emas mulai mempertanyakan apakah lebih menguntungkan untuk beralih ke pasar obligasi," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com.
Sentimen The Fed
Pada September, The Fed menaikkan suku bunga 0,25%, yang merupakan kenaikan pertama tahun ini.
"Ini bukan sekadar soal apakah The Fed akan menaikkan suku bunga minggu depan atau menunggu hingga Desember; arah kebijakan yang disampaikan akan sangat menentukan. Pesan yang bersifat hawkish (cenderung mendukung pengetatan kebijakan) dapat menyebabkan pelemahan lebih lanjut bagi emas dalam jangka pendek," Razaqzada menambahkan.
Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME, para pelaku pasar melihat peluang sebesar 82,8% The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan ini, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember tetap berada di angka 90%.
Meskipun emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi justru mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) ini.
Para investor juga tengah menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS minggu depan, yang merupakan indikator inflasi acuan bagi bank sentral tersebut.
Harga Minyak
Sementara itu, harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian atas sanksi dan tarif terhadap Rusia, yang berpotensi meningkatkan ekspor bahan bakar dari negara tersebut.
Penurunan harga minyak ini sedikit meredakan kekhawatiran inflasi, menyusul data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang kuat pada pekan lalu. “Menurut pandangan kami, level resistensi utama tetap berada di angka US$ 4.235, sementara level dukungan (support) terus muncul di bawah US$ 4.100,” ujar Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen.
Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 57,24 per ons, platinum naik 1% menjadi US$ 1.646 per ons, dan paladium menguat 0,8% menjadi US$ 1.121,14 per ons.