Liputan6.com, Jakarta - Banyak HP Android kelas terjangkau memiliki bezel atau bingkai layar yang lebih tebal dibandingkan ponsel kelas atas (flagship). Kondisi ini membuat tampilannya kurang modern, meskipun bagian lain dari bodi sudah terlihat premium.
Dikutip dari BGR, Senin (19/10/2026), bingkai tebal bukan sekadar hasil strategi pemasaran. Salah satu penyebabnya adalah “keterbatasan teknis” dalam penggunaan teknologi layar.
Advertisement
Perbedaan desain ini terlihat pada sejumlah ponsel kelas menengah, termasuk Samsung Galaxy A26. Meski mengusung desain modern, bagian bawah layarnya masih memiliki bingkai yang cukup lebar.
Penyebabnya berkaitan dengan teknologi panel yang digunakan. HP flagship umumnya memakai panel OLED fleksibel yang bagian bawahnya bisa ditekuk untuk menghubungkan layar dengan mainboard.
Sebaliknya, HP kelas terjangkau biasanya menggunakan panel OLED kaku atau LCD. Jenis panel tersebut membutuhkan ruang lebih besar untuk konektor yang kemudian disembunyikan di balik bingkai layar.
Panel fleksibel juga membutuhkan biaya produksi lebih tinggi. Biaya pembuatan layar jenis ini dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan panel biasa.
Karena itu, produsen perlu mempertimbangkan biaya komponen agar harga jual tetap terjangkau. Memilih panel yang lebih murah menjadi salah satu kompromi yang bisa membuat bingkai layar terlihat lebih tebal.
Contoh HP Terjangkau dengan Bezel Tipis di Indonesia
Salah satu HP terjangkau dengan bezel tipis adalah REDMI Note 15 Pro 5G. Smartphone ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang mencari HP dengan desain layar modern.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Xiaomi Indonesia, perangkat tersebut dibanderol mulai Rp 5.099.000.
Ponsel itu mengusung layar AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate hingga 120Hz. Spesifikasi lainnya mencakup kamera utama 200MP dan baterai berkapasitas 6.580 mAh.
Kehadiran ponsel dengan bingkai tipis menunjukkan bahwa desain modern tidak hanya tersedia pada perangkat kelas atas. Namun, teknologi layar dan biaya komponen tetap menjadi pertimbangan produsen dalam menetapkan harga jual.