98% Usaha Mikro Cuma Jago di Kampung, PNM Bantu Tembus Ekspor

Bantu produk usaha ultra mikro keluar dari pasar lokal, PNM dan PPI berkolaborasi buka jalan menuju jaringan pemasaran nasional dan ekspor.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 16 Oktober 2026, 19:17 WIB
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary. (Dok. PNM)

Liputan6.com, Jakarta - Punya produk berkualitas rupanya belum menjamin usaha kecil bisa punya pasar yang luas. Potret inilah yang terekam dalam riset Bappenas tahun 2025 mengenai usaha mikro dan kecil di Indonesia, di mana sebanyak 98% pelaku usaha rupanya masih terjebak melayani pasar di lingkungan sekitar saja.

Dari data tersebut, baru 10% usaha mikro yang berhasil menjangkau pasar nasional, dan hanya 4% yang sanggup melayani pasar internasional. Padahal, potensi produk makanan olahan hingga kerajinan khas daerah karya UMKM sangat terbuka lebar untuk merambah pasar yang jauh lebih masif.

Melihat fakta ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menilai bahwa pembukaan akses pasar adalah kunci utama mendorong kelas usaha para nasabah. Sebab, suntikan modal pembiayaan dan kemampuan produksi harus berjalan berdampingan dengan peluang menjaring lebih banyak pembeli.

"Dalam mendampingi usaha ultra mikro, kami di PNM belajar bahwa memiliki modal dan menghasilkan produk saja belum cukup. Ada tantangan lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana produk tersebut dapat menjangkau lebih banyak pembeli," ujar Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Tantangan pembeli ini sangat dekat dengan keseharian nasabah perempuan PNM Mekaar. Kendati piawai meracik olahan pangan hingga membikin kerajinan daerah, sebagian besar dari mereka belum mengantongi akses jaringan distribusi, pembeli skala besar, maupun informasi kebutuhan pasar yang luas.

Sinergi PNM dengan PPI

Sinergi PNM dengan PPI. (Dok PNM)

Demi memecah kebuntuan tersebut, PNM resmi berkolaborasi dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI). Penandatanganan Nota Kesepahaman digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Jumat (16/10).

Sinergi ini mengawinkan dua kekuatan raksasa, PNM yang paham betul karakteristik dan kebutuhan usaha nasabah, serta PPI yang berpengalaman menguasai jaringan perdagangan nasional hingga internasional.

"Kami melihat adanya potensi sinergi yang saling melengkapi. PNM memiliki kedekatan dengan nasabah dan memahami kebutuhan pengembangan usaha mereka. Sementara itu, PPI memiliki pengalaman dan jaringan perdagangan yang dapat menjadi pintu untuk menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas," lanjut Lalu Dodot.

Ke depan, PNM dan PPI akan memilah produk-produk potensial milik nasabah PNM Mekaar untuk dijodohkan dengan peluang pasar yang cocok. Langkah ini membuka karpet merah bagi produk lokal yang memenuhi kriteria agar bisa melenggang ke pasar nasional bahkan menembus komoditas ekspor.

Kerja sama ini bakal ditindaklanjuti secara konkret melalui unit kerja terkait guna menentukan program prioritas dan mekanisme pelaksanaan yang terukur serta berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya