Ini Pembagian Tugas Richard Tampubolon dan Yusuf Jauhari di Kemenhan

Presiden Prabowo menunjuk dua perwira tinggi TNI sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan).

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 16 Oktober 2026, 11:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari dan Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Istana Kepresidenan Jakarta. (Liputan6/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menunjuk dua perwira tinggi TNI berpangkat bintang empat, Jenderal Richard Tampubolon dan Marsekal Yusuf Jauhari, sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Keduanya mendapat pembagian tugas berbeda untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional.

Richard yang menjabat Wamenhan I bertanggung jawab atas bidang strategi, doktrin, dan pengembangan kekuatan pertahanan. Sementara itu, Yusuf sebagai Wamenhan II menangani industri dan logistik pertahanan.

"Ya pembagiannya sudah ada, job description ya. Kebetulan kami sebagai Wamenhan I, beliau (Yusuf) Wamenhan II. Intinya kalau di Wamenhan I itu bagaimana strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan. Beliau industri dan logistik pertahanan," kata Richard usai dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Richard mengatakan pembagian tugas tersebut telah diatur melalui Keputusan Presiden (Keppres). Meski memiliki bidang kerja masing-masing, dia menegaskan bahwa dirinya dan Yusuf akan tetap berkolaborasi dalam membantu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

"Tapi ini tetap berkolaborasi, kita bekerja sama membantu tugas-tugas Bapak Menteri Pertahanan," ujarnya.

Saat ditanya mengenai statusnya sebagai prajurit TNI setelah dilantik menjadi Wamenhan, Richard menyatakan kesiapannya menjalankan tugas negara sesuai perintah Presiden, termasuk jika harus menjalani pensiun dini dari dinas militer.

"Ya saya siap sebagai prajurit apa saja," tegas Richard.

 

Perkuat Industri Pertahanan

Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Richard Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Djauhari menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Sementara itu, Yusuf menekankan pentingnya memperkuat industri pertahanan dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan TNI sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dia juga mendorong pemanfaatan dan transfer teknologi pertahanan yang dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kepentingan.

"Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita. Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana juga ekonomi bergerak. Demikian juga teknologi transfer maupun pemanfaatan teknologi, baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain," tutur Yusuf.

Selain penguatan industri, Yusuf menyoroti pentingnya diversifikasi kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung kemandirian logistik pertahanan nasional.

"Memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada. Tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi, menopang supaya kekuatan ini terus terwujud sehingga tidak hanya sebagai kekuatan militer saja, tetapi juga kekuatan yang menopang seluruh kelangsungan bangsa ini," jelas Yusuf.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya