Usai Cabut Singkong, Buruh di Lampung Temukan Bayi

Saat ditemukan, jasad sudah mengalami pembusukan dan masih terdapat tali pusar serta ari-ari.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 15 Oktober 2026, 15:09 WIB
Warga menemukan jasad bayi diduga sengaja dibuang ke sungai di Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Lampung. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Niat hendak mandi di sungai setelah bekerja mencabut singkong, seorang buruh harian lepas di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, menemukan jasad bayi perempuan mengambang di aliran sungai. Penemuan itu sontak menggegerkan warga.

Jasad bayi tersebut ditemukan di bawah jembatan sungai terusan di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Abung Timur, Rabu (14/10/2026). Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan dan masih terdapat tali pusar serta ari-ari.

Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan, petugas kepolisian mendatangi lokasi setelah menerima laporan penemuan jasad bayi tersebut.

Unit identifikasi bersama piket Reskrim dan anggota Pamapta diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dipimpin Pamapta 3, Ipda Romi Setiawan.

"Penemuan jasad bayi itu bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Muhayat, seorang buruh harian lepas, sedang bekerja mencabut singkong bersama rekan-rekannya di Desa Bumi Jaya. Ketika hendak mandi di sungai terusan, Muhayat bersama rekannya mendapati sesosok bayi mengambang di aliran sungai," kata Ivan, Kamis (15/10/2026).

Mereka kemudian memberi tahu warga yang melintas di jembatan. Sekitar setengah jam kemudian, warga setempat berdatangan ke lokasi. Salah seorang warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat kepolisian 110.

Polisi tiba di lokasi pukul 13.00 WIB untuk melakukan olah TKP, memeriksa kondisi jasad, serta mengumpulkan keterangan dari saksi.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 55 sentimeter. Keberadaan tali pusar dan ari-ari mengindikasikan bayi itu diperkirakan baru dilahirkan," jelasnya.

Petugas juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Di antaranya luka di bagian bawah ketiak kiri, memar pada wajah sebelah kanan, serta luka robek di bagian pinggang.

"Kondisi jasad telah mengalami pembusukan dan ditemukan belatung. Dari pemeriksaan awal, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan," terangnya.

Namun, lanjut Ivan, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasil olah TKP menunjukkan jasad bayi ditemukan di bawah jembatan pada aliran sungai yang berbatasan dengan Desa Bumi Jaya dan Desa Bumi Restu. Lokasi tersebut berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga. Saat penemuan terjadi, air sungai dalam kondisi tidak mengalir akibat debit air yang rendah pada musim kemarau," ungkapnya.

Polisi juga tidak menemukan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Petugas mengamankan satu kantong plastik berwarna merah yang diduga digunakan untuk membungkus jasad bayi.

Jasad bayi berada di kamar jenazah RSUD Mayjen HM Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara. "Kami masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan unsur tindak pidana dalam pembuangan bayi," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya