Windah Basudara Dituding Jadi Buzzer dan Dibayar Mafia Usai Bersuara soal Karhutla

Windah Basudara diserang tudingan buzzer usai menyoroti karhutla. Simak responsnya dan awal mula polemik di media sosial.

oleh Guntur MerdekawanDiterbitkan 15 Oktober 2026, 12:02 WIB
Windah Basudara suarakan keresahannya terhadap kinerja pemerintah Indonesia (instagram.com/windahbasudara)

Liputan6.com, Jakarta - Nama Windah Basudara tengah menjadi perbincangan setelah vokal menyuarakan keprihatinannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Kalimantan. YouTuber sekaligus streamer gaming bernama asli Brando Franco Windah ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kerusakan lingkungan dan dampaknya bagi warga maupun satwa liar.

Namun, sikapnya tersebut justru memicu polemik di media sosial. Sejumlah akun melontarkan tudingan bahwa Windah menjadi buzzer dan menerima bayaran dari pihak tertentu, termasuk tuduhan dibayar mafia dan Anies Baswedan. Tuduhan itu belum disertai bukti terverifikasi yang menunjukkan bahwa Windah menerima bayaran untuk menyuarakan isu lingkungan.

Windah pun merespons komentar-komentar tersebut melalui Instagram Story. Ia mengaku kesal karena kepeduliannya terhadap hutan dan satwa justru dikaitkan dengan kepentingan pihak tertentu. Responsnya kemudian ikut menjadi sorotan dan memicu diskusi mengenai serangan terhadap figur publik yang berbicara soal isu lingkungan.

 


Windah Basudara Singgung Dampak Karhutla dan Kabut Asap

Windah Basudara suarakan keresahannya terhadap kinerja pemerintah Indonesia (instagram.com/windahbasudara)

Polemik ini bermula ketika Windah membicarakan karhutla dan kabut asap yang berdampak pada masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Palembang, Jambi, dan Pekanbaru. Dalam sesi siaran langsung, ia membaca keluhan penonton sekaligus menyampaikan kritik terhadap penanganan kebakaran hutan.

"Prihatin buat para korban dan malu sih, malu sama negara sendiri, malu sama pemerintah lebih tepatnya," kata Windah dalam siaran langsungnya, seperti diberitakan Poskota pada 14 Oktober 2026.

Windah juga menyoroti kemungkinan lahan bekas kebakaran dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ia mengungkapkan kemarahannya terhadap situasi tersebut dan mengajak para penontonnya untuk tidak mengabaikan persoalan lingkungan.

Selain itu, melalui media sosial, Windah mendorong kreator konten, influencer, dan figur publik lain agar ikut menggunakan jangkauan mereka untuk mengangkat persoalan karhutla. Ia menilai suara dari berbagai pihak dapat membantu meningkatkan perhatian terhadap warga yang terdampak kabut asap, termasuk mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Windah Balas Tuduhan Buzzer Lewat Instagram Story

Windah Basudara suarakan keresahannya terhadap kinerja pemerintah Indonesia (instagram.com/windahbasudara)

Setelah menyampaikan kritik soal karhutla, Windah mengaku menerima komentar yang menuding dirinya sebagai buzzer dan menerima bayaran dari pihak tertentu. Salah satu hal yang disorotnya adalah komentar berulang dari akun-akun yang mengaku sebagai penonton lama, tetapi menurut Windah, tidak benar-benar mengikuti kontennya.

Lanjut Baca:

Dalam Instagram Story pada Rabu, 14 Oktober 2026, Windah menumpahkan kekesalannya terhadap tudingan tersebut. "As*h bela hutan dan hewan dibilang dibayar mafia, dibayar anies. Tapi gw akui buzzer2 ini lumayan research. Mrka tau gw gak buka saweria,” tulis Windah. Ia juga mempertanyakan dugaan adanya aliran dana yang digunakan untuk membiayai akun-akun yang menyerangnya. Namun, hingga informasi yang diberitakan tersebut dipublikasikan, belum ada bukti terverifikasi yang menunjukkan bahwa tuduhan pembayaran terhadap Windah benar adanya maupun yang memastikan siapa pihak di balik akun-akun tersebut. Polemik ini memperlihatkan bagaimana figur publik yang menyampaikan pendapat mengenai persoalan lingkungan bisa ikut terseret ke perdebatan politik di media sosial. Di tengah beragam reaksi yang muncul, isu utama yang diangkat Windah tetap berkaitan dengan dampak karhutla terhadap lingkungan, satwa liar, dan kesehatan masyarakat. Bagi Windah, persoalan kebakaran hutan bukan sekadar topik yang lewat di linimasa. Ia menggunakan platform yang selama ini dikenal lewat konten gaming untuk menyampaikan keresahan dan mengajak audiensnya lebih peduli terhadap masalah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa diskusi di media sosial perlu tetap berfokus pada fakta. Kritik terhadap figur publik boleh disampaikan, tetapi tuduhan mengenai bayaran atau keterlibatan pihak tertentu sebaiknya tidak dianggap sebagai kebenaran tanpa bukti yang jelas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya