SM+ Akuisisi 5 Data Center untuk Perkuat Infrastruktur Digital

Dengan bertambahnya lima fasilitas data center di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, perusahaan bisa memperluas jangkauan nasional.

oleh IskandarDiterbitkan 13 Oktober 2026, 16:43 WIB
Data center PDG di Surabaya. Credit: SMPlus

Liputan6.com, Jakarta - PT SMPlus Digital Investama (SM+) resmi menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis data center enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia.

Langkah strategis ini mencakup lima fasilitas data center operasional yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.

"Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami dalam membangun platform infrastruktur digital nasional terdepan di Indonesia," ujar President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Dengan bertambahnya lima fasilitas data center di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, Herson menyebut perusahaan bisa memperluas jangkauan nasional.

"Langkah staregis tersebut juga memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen perusahaan untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia," ia menambahkan.

Pasar data center Indonesia sendiri saat ini mencatatkan pertumbuhan pesat pada konsumsi data, adopsi cloud, serta akselerasi transformasi digital di sektor korporasi.

Pasca-transaksi ini, SM+ bakal mengoperasikan total 31 fasilitas infrastruktur yang tersebar di 25 kota di Indonesia.

Integrasi aset baru itu diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas layanan, membuka peluang pertumbuhan bisnis di masa depan, serta menyediakan infrastruktur digital yang andal dan scalable.

 

Strategi Enter-and-Expand

Di sisi lain, Chief Operating Officer & Co-Founder Princeton Digital Group, Varoon Raghavan, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar kunci bagi PDG sejak awal kedatangannya.

"Kami mengakuisisi fasilitas kelas enterprise ini sebagai bagian dari strategi enter-and-expand dalam memasuki pasar, dan sejak saat itu telah mengembangkan portofolio data center hyperscale sekitar 400 MW di Indonesia," Varoon menjelaskan.

Ia menambahkan, PDG kini akan memfokuskan lini bisnisnya pada pengembangan kampus, termasuk JC2, JC3, dan JC4, demi memperkuat kepemimpinan di segmen hyperscale.

Saat ini, proses transaksi masih menyelesaikan pemenuhan syarat-syarat penutupan (customary closing conditions) yang berlaku umum. Dalam kesepakatan ini, UBS AG Singapore Branch bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi pihak SM+.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya