Negara Favorit Turis Ini Bakal Pajaki Penginapan Turis

Krisis perumahan di Spanyol tak lagi menjadi isu yang asing, diakibatkan tekanan pariwisata. Pajak dinilai bisa menjadi solusi.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 15:49 WIB
Banyak warga lokal negara ini yang protes akan banyaknya turis, sehingga pemerintah memberlakukan PPN sebagai solusi. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol, negara dengan turis terbanyak setelah Prancis, akan memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) penginapan mulai 1 Desember 2026. Peraturan ini ditetapkan di bawah dekrit perumahan yang dikeluarkan di tengah kedatangan turis mencapai rekor di negara tersebut. Sebelumnya, akomodasi wisata tidak dikenakan PPN.

Melansir VnExpress, Rabu (14/10/2026), Dekrit tertanggal 8 Oktober itu juga memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah di wilayah yang ditetapkan mengalami tekanan perumahan untuk menaikkan pajak properti yang digunakan sebagai penginapan wisata.

Pajak properti tahunan yang dikenal sebagai Impuesto sobre Bienes Inmuebles (IBI) dapat dinaikkan sebesar 50% untuk properti yang disewakan kepada wisatawan.

Pungutan tambahan tersebut dapat meningkat hingga 100% bagi pemilik yang memiliki dua atau lebih properti untuk disewakan kepada wisatawan. Serta mencapai 150% bagi mereka yang memiliki sedikitnya empat properti.

Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keterjangkauan harga hunian di Spanyol, negara yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama perekonomian.

Krisis perumahan di Spanyol tak lagi menjadi isu yang asing, diakibatkan tekanan pariwisata, maraknya penyewaan jangka pendek dan kurangnya pasokan perumahan.

Krisis Perumahan di Spanyol jadi Pemicu

Banyak warga lokal negara ini yang protes akan banyaknya turis, sehingga pemerintah memberlakukan PPN sebagai solusi. (dok.unsplash/Jonny James)

Menurut pemerintah Spanyol, akomodasi turis mencakup 10% pasar penyewaan negara tersebut. Selama ini, Spanyol mencari cara untuk mengurangi rumah yang disewakan untuk turis setelah ledakan turis pasca-pandemi. Banyak warga lokal yang menyalahkan pariwisata atas naiknya harga sewa dan beli rumah.

Spanyol kedatangan 12,3 juta turis asing pada Agustus, naik 9,2% dibanding tahun lalu dan merupakan rekor terbanyak untuk bulan Agustus.

Kenaikan ini terjadi setelah adanya pertumbuhan 2,8% pada Juni, saat kedatangan mencapai 9,74 juta, dan 4,6% pada Juli, saat 11,53 juta turis datang.

Selama delapan bulan pertama, Spanyol telah dikunjungi oleh 70,4 juta wisatawan dan diperkirakan akan menyambut 100 juta wisatawan tahun ini, setelah mencatat rekor 97 juta pengunjung pada tahun 2025.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya