Liputan6.com, Jakarta - Opera gloves atau dikenal juga sebagai sarung tangan malam, telah lama menjadi penanda keanggunan dan kemewahan dalam dunia fesyen. Aksesori klasik ini, yang panjangnya umumnya mencapai atau melampaui siku, seringkali diasosiasikan dengan acara-acara formal dan glamor. Meskipun memiliki sejarah panjang, daya tarik sarung tangan opera terus berlanjut hingga kini, menjadikannya pilihan utama untuk momen-momen paling bergengsi.
Sejak abad ke-17, sarung tangan panjang telah menjadi bagian dari mode wanita, dengan puncak popularitasnya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada masa itu, aksesori ini menjadi esensial bagi wanita kelas atas yang menghadiri berbagai acara formal seperti opera, balet, dan pesta dansa. Fungsi sarung tangan opera, yang secara tradisional melindungi tangan dan memberikan kehangatan, kini telah berevolusi menjadi pernyataan mode yang kuat, melambangkan formalitas dan keanggunan.
Advertisement
Di era modern, sarung tangan opera secara inheren menyampaikan kesan kemewahan dan eksklusivitas, mengisyaratkan bahwa pemakainya menghadiri suatu acara yang sangat istimewa. Aksesori ini telah mengalami kebangkitan dalam beberapa tahun terakhir, kembali muncul di karpet merah acara-acara besar seperti Met Gala, Academy Awards, dan acara-acara kerajaan, menegaskan kembali statusnya sebagai aksesori glamor.
Jejak Sejarah Sarung Tangan Opera
Sejarah sarung tangan panjang sebagai elemen mode dimulai sejak abad ke-17. Namun, popularitasnya mencapai puncaknya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, di mana sarung tangan ini menjadi aksesori penting bagi wanita yang menghadiri acara formal seperti opera, balet, dan pesta dansa. Liana Satenstein dari Vogue.com menjelaskan, "Sarung tangan panjang telah menjadi bagian dari mode wanita sejak abad ke-17, tetapi popularitasnya mencapai puncaknya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, ketika mereka menjadi aksesori penting untuk acara-acara formal seperti opera, balet, dan pesta dansa."
Pada era Victoria, sarung tangan panjang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap busana, melainkan juga sebagai simbol status dan kesopanan. Jess Cartner-Morley dari The Guardian menyebutkan bahwa sarung tangan ini sering dikenakan oleh wanita dari kelas atas untuk menunjukkan keanggunan dan kepatutan mereka. Seiring waktu, fungsi tradisional sarung tangan opera untuk melindungi tangan dan memberikan kehangatan bergeser, menjadikannya pernyataan mode yang kuat yang melambangkan keanggunan dan formalitas.
Caroline Cox, seorang sejarawan fesyen, menjelaskan bahwa sarung tangan panjang selalu menjadi penanda acara-acara penting. Menurutnya, aksesori ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa seseorang telah berusaha keras, menghormati kesempatan tersebut, dan memahami kode berpakaian formal.
Gaya Ikonik Selebriti dan Bangsawan
Sarung tangan opera tetap menjadi pilihan utama untuk acara-acara super resmi dan glamor di era kontemporer, termasuk gala kerajaan, upacara penghargaan bergengsi, dan acara fesyen tingkat tinggi. Anggota keluarga kerajaan Inggris, seperti Catherine, Princess of Wales, beberapa kali terlihat mengenakan sarung tangan opera pada acara-acara kenegaraan dan jamuan makan malam formal, termasuk saat menghadiri Diplomatic Reception di Istana Buckingham. Ratu Elizabeth II juga dikenal sering mengenakan sarung tangan, termasuk sarung tangan panjang, sebagai bagian dari penampilannya yang anggun dan berkelas di berbagai acara resmi sepanjang masa pemerintahannya.
Di karpet merah Academy Awards, sarung tangan opera seringkali menjadi pilihan untuk menambah sentuhan dramatis. Lady Gaga, misalnya, mengenakan sarung tangan opera hitam yang dramatis dengan gaun Alexander McQueen-nya di Academy Awards 2019, menciptakan salah satu penampilan paling berkesan malam itu. Sementara itu, Zendaya tampil memukau dengan sarung tangan opera satin putih yang serasi dengan kemeja crop top dan rok panjangnya di Academy Awards 2022, menunjukkan interpretasi modern terhadap aksesori klasik ini.
Met Gala, yang dikenal dengan tema fesyennya yang berani, juga sering menampilkan sarung tangan opera. Rihanna mengenakan sarung tangan opera yang sangat panjang dan berhias pada Met Gala 2015 dengan tema "China: Through the Looking Glass", melengkapi gaun Guo Pei-nya yang ikonik. Billie Eilish tampil dengan sarung tangan opera hitam yang elegan di Met Gala 2021, melengkapi gaun Oscar de la Renta-nya yang terinspirasi Marilyn Monroe. Blake Lively juga sering menggunakan sarung tangan opera untuk melengkapi penampilannya di Met Gala, termasuk pada tahun 2022 dengan tema "Gilded Glamour", di mana ia mengenakan sarung tangan yang serasi dengan gaun Versace-nya yang berubah warna.
Daya Tarik Abadi Sarung Tangan Malam
Para ahli fesyen sering memberikan komentar mengenai kebangkitan dan daya tarik abadi sarung tangan opera. Valerie Steele, Direktur dan Kepala Kurator Museum di Fashion Institute of Technology, menyatakan bahwa sarung tangan opera memiliki daya tarik yang abadi karena secara instan menambahkan sentuhan drama dan formalitas. Ia menyebut aksesori ini mampu mengubah pakaian biasa menjadi sesuatu yang luar biasa.
Rebecca Guinness, seorang editor fesyen, menjelaskan bahwa sarung tangan opera berkaitan dengan ilusi dan misteri. Menurutnya, aksesori ini menutupi namun juga menarik perhatian, menciptakan siluet yang anggun dan memanjang yang sangat memikat. Dengan demikian, sarung tangan opera terus menjadi simbol keanggunan dan glamor, membuktikan bahwa aksesori klasik ini memiliki tempat yang tak lekang oleh waktu dalam dunia fesyen formal.