Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah memberikan klarifikasi panjang soal rekaman CCTV yang diunggah mantan suaminya, Ruben Onsu, lewat akun Instagram pribadinya, @sarwendah29, Sabtu (10/10/2026). Ia membantah tuduhan membayar buzzer untuk menjatuhkan Ruben dan meminta rekaman CCTV ditayangkan utuh.
Klarifikasi ini muncul setelah Ruben mengunggah rekaman yang memperlihatkan Manda, asisten Sarwendah, mengambil amplop putih untuk diserahkan kepada orang yang tidak dikenal. Unggahan itu memicu perbincangan soal dugaan pemberian uang kepada pihak tertentu.
Advertisement
Di tengah polemik yang berlarut-larut, Sarwendah mengaku lelah dengan narasi yang berkembang. "Saya rasa semua orang sudah capek dan muak dengan kasus ini," tulisnya.
Ia mengaku bingung ke mana polemik ini akan dibawa dan apa sebenarnya yang ingin diselesaikan. Menurutnya, narasi dan tuduhan yang dinilai merugikan citranya terus bermunculan selama berbulan-bulan.
Penjelasan Sarwendah soal Isi Rekaman
Sarwendah menjelaskan, sosok-sosok dalam rekaman tersebut adalah seorang kreator konten bernama Artos, seorang perempuan berinisial Z, dan pengacara bernama Jaenudin. Menurutnya, pertemuan itu bukan untuk membahas pembayaran buzzer, sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Ia mengaku diundang Ibu Z untuk bertemu Artos dan Pak Jaenudin. Pertemuan itu disebut berkaitan dengan persoalan hak gana-gini rumah yang akan dilelang, sekaligus bantuan untuk proses perkara yang sedang ia hadapi di pengadilan. Sarwendah menyebut Ibu Z sebelumnya sempat meminta success fee atas bantuan pengurusan masalah tersebut.
Sarwendah juga menyiapkan ongkos untuk Artos, sesuai jawaban Ibu Z saat ia menanyakan apa yang perlu dipersiapkan. Menurut Ibu Z, Artos memiliki bukti yang bisa membantu proses perkara di pengadilan. Karena itu, Sarwendah datang bersama timnya, termasuk asistennya, Manda, dan Wendy.
Minta Rekaman Utuh dengan Suara
Untuk menguatkan penjelasannya, Sarwendah menyertakan sejumlah bukti di unggahan tersebut, termasuk rekaman video call Ruben Onsu. Sarwendah menyatakan bukti tersebut ia lampirkan agar penjelasannya tidak dianggap sebagai karangan semata. Ia juga meminta Ruben menayangkan CCTV secara utuh, lengkap dengan suara, agar publik bisa menilai tanpa penggiringan opini.
Sarwendah menegaskan penjelasannya bukan upaya membangun opini negatif terhadap Ruben. Ia berharap pernyataannya tidak diputarbalikkan sehingga menimbulkan pemahaman yang berbeda dari maksud yang ingin disampaikan.
Polemik yang Terus Bergulir
Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu sudah berlangsung berbulan-bulan, termasuk proses gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada awal Agustus 2026, Sarwendah juga sempat memberikan klarifikasi atas rekaman CCTV pertengkaran keduanya pada 2024 yang dibagikan pihak Ruben.
Sebelumnya, Sarwendah pun membantah video lain yang beredar dan diklaim sebagai rekaman CCTV. Ia menyebut video tersebut hasil manipulasi kecerdasan buatan atau AI dan menyatakan tidak akan tinggal diam.
Proses hukum terkait hak asuh anak masih bergulir di pengadilan, sehingga publik masih menunggu perkembangan berikutnya dari kedua belah pihak.
Hingga artikel ini ditulis, redaksi belum menemukan tanggapan Ruben atas klarifikasi terbaru tersebut. Artikel ini akan diperbarui jika ada pernyataan lanjutan dari kedua belah pihak.