Harga Perak Antam 10 Oktober 2026 Lebih Mahal Rp 800

Berikut harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) saat harga perak dunia melambung.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Oktober 2026, 11:16 WIB
Harga perak (Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada perdagangan Sabtu, (10/10/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini naik Rp 800 menjadi Rp 40.700. Pada perdagangan perak Antam sebelumnya di Rp 39.900.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Untuk harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 10.700.000 dan 500 gram Rp 20.475.000.

Kenaikan harga perak Antam mengikuti harga perak dunia. Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia melonjak 2,75% menjadi US$ 60,80.

Harga perak dunia melonjak lebih dari 2% pada Jumat pekan ini, bangkit dari level terendah dalam dua bulan berkat dukungan dari pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak, meski masih ada kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga lanjutan oleh the Federal Reserve (the Fed).

Harga minyak turun setelah sempat menguat, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS bulan depan, di tengah berlanjutnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Sementara itu, Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan pada Kamis, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral, meskipun ia enggan memberikan sinyal mengenai langkah yang sebaiknya diambil para pembuat kebijakan dalam pertemuan mereka akhir bulan ini.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober kurang dari 20%, sementara peluang terjadinya setidaknya satu kali kenaikan sebesar 25 basis poin hingga Desember diperkirakan lebih dari 80%.

Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas dunia menguat dalam sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta) ke level tertinggi dalam satu minggu. Kenaikan harga emas itu dipicu aksi beli di harga rendah setelah harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan awal pekan ini. Sementara itu, pelaku pasar menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (10/10/2026), harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 4.189,99 pada pukul 15.13 EDT. Logam mulia ini sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan pada Rabu pekan ini akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan aset tanpa imbal hasil itu.

Kontrka berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,43% ke level US$ 4.216,3 per ons. Harga emas juga mencatat kenaikan mingguan 1,3%.

“Harga emas menguat karena adanya aksi beli di harga rendah, mengingat terbentuknya batas bawah (floor) di kisaran level US$ 4.000," ujar Analis Stone X, Rhona O’Connell.

Ia menambahkan, bisa dikatakan potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed sudah tercermin dalam harga pasar, tetapi demikian pula dengan ekspektasi berlanjutnya pembelian bersih oleh sektor resmi (bank sentral).

“Tanpa adanya peristiwa tak terduga yang berdampak masif (Black Swan event), sulit bagi saya untuk melihat harga emas menembus ke level yang jauh lebih tinggi secara meyakinkan,” ujar Rhona.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade yang sempat dicapai pada Rabu.

 

 

Potensi Kenaikan Suku Bunga

Logo Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) di Washington. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan pada Kamis kalau bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga guna mengembalikan inflasi ke target 2%.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, para pedagang memperhitungkan adanya peluang sebesar 19% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober dan probabilitas 84% ​​untuk setidaknya satu kali kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember.

Emas cenderung kehilangan daya tariknya dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan imbal hasil (seperti obligasi) dalam lingkungan suku bunga tinggi.

“Rilis data CPI pekan depan dapat menjadi katalis bagi pergerakan besar emas berikutnya.Inflasi yang masih membandel, yang mendorong The Fed untuk melakukan siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif, dapat memaksa harga emas spot untuk kembali menguji level support psikologis di angka $4.000,” ujar kepala analis pasar di Bybit, Han Tan.

Sementara itu, permintaan emas di India lesu pekan ini seiring dengan kembali naiknya harga, sedangkan aktivitas perdagangan di China, negara konsumen utama berjalan lambat selama periode perdagangan yang lebih singkat akibat libur.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 2,7% menjadi US$ 60,93 per ons.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya