Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta) karena kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah mereda. Hal ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela bulan depan, serta menyinggung ada pembicaraan produktif untuk mengakhiri konflik yang telah menganggu pasar energi global itu.
Mengutip CNBC, Sabtu pagi (10/10/2026), Trump juga mengisyaratkan akan ada pengumuman terkait bahan bakar diesel dalam waktu dekat, meski rinciannya belum diungkapkan. Trump juga menyatakan sedang mempertimbangkan penangguhan pajak bensin federal.
Advertisement
Seiring hal itu, harga minyak Brent naik 19 sen menjadi US$ 104,47 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 36 sen dan ditutup di level US$ 91,85.
Rencana China, importir minyak terbesar dunia untuk kembali mengekspor bahan bakar olahan setelah sempat menghentikannya sejenak selama liburan "Golden Week", turut menekan harga pasar. Reuters melaporkan perkembangan ini pada Jumat dengan mengutip sejumlah sumber.
“Pernyataan Trump mengenai Iran serta langkah China untuk kembali mengekspor produk bahan bakar mendorong penurunan harga,” ujar analis PVM Oil Associates, Tamas Varga.
Harga minyak bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini seiring meningkatnya ancaman terhadap pelayaran di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, jalur yang sebelum konflik melayani pengiriman setara dengan sekitar 20% pasokan minyak dan bahan bakar global.
Trump Sebut AS Diskusi Produktif dengan Iran
Pada Kamis, Trump menyatakan Washington sedang melakukan "diskusi produktif" dengan Iran dan menegaskan tidak ada rencana serangan sebelum pemilihan umum sela kongres pada 3 November, menyusul laporan media yang menyebutkan ia sempat mempertimbangkan serangan sebelum tanggal tersebut.
Pada hari yang sama, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi yang menyebutkanTeheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap usulan mereka untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
AS terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menjatuhkan sanksi yang menyasar individu, jaringan, serta 17 kapal yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia asal Iran.
Konflik terkait Iran serta perang antara Rusia dan Ukraina telah mengganggu pasokan bahan bakar olahan, seperti bensin, bahan bakar jet, dan khususnya bahan bakar diesel. Pasar minyak juga tengah menghadapi Badai Isaias di Teluk Meksiko, di mana para produsen telah menghentikan produksi sekitar 1,3 juta barel per hari atau 62,9% dari total produksi minyak saat ini, per Kamis, menurut US Marine Minerals Administration.