Pengalaman Bersama MU Bimbing Ruben Amorim dalam Melatih AC Milan

Ruben Amorim mengungkap pengalaman di Manchester United membantunya menghadapi tekanan sebagai pelatih AC Milan

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Oktober 2026, 21:47 WIB
Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, memegang bola saat pertandingan Serie A antara AC Milan dan Lecce di Milan, Italia, Senin (21-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim mengungkapkan pengalaman bersama Manchester United menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih AC Milan. Tekanan yang ia rasakan di Old Trafford membuatnya lebih memahami besarnya konsekuensi dari setiap keputusan di klub sebesar Milan.

Amorim mulai menangani Manchester United pada 11 November 2024 setelah ditunjuk untuk menggantikan Erik ten Hag. Sebelumnya, pelatih asal Portugal itu datang dengan reputasi kuat setelah membawa Sporting meraih dua gelar liga.

Kini, Amorim menghadapi tantangan berbeda bersama Milan. Ia menilai karakter pekerjaan di Rossoneri justru lebih dekat dengan pengalamannya ketika menangani Sporting di Portugal.

Padatnya agenda juga menuntut Amorim menjaga konsentrasi tim. Milan akan menjalani sembilan pertandingan dalam waktu kurang dari sebulan, termasuk tiga laga di Liga Europa.


Pengalaman di Manchester United Jadi Bekal Amorim

Pelatih AC Milan asal Portugal Ruben Amorim saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz di Turin pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Amorim mengambil alih Milan pada musim panas lalu setelah sebelumnya menjalani periode di Sporting dan Manchester United. Pengalaman di dua klub dengan karakter berbeda itu memberinya perspektif baru dalam menghadapi tuntutan sebagai pelatih klub besar.

"Pengalaman yang saya kumpulkan di klub-klub lain membantu kami menghadapi setiap tantangan, atau tantangan baru. Situasi di Milan lebih mirip dengan di Portugal," ucap Amorim kepada DAZN.

Menurut Amorim, tekanan di Milan memiliki kemiripan dengan yang pernah ia rasakan di Portugal. Dukungan publik yang sangat kuat membuat setiap pertandingan memiliki atmosfer tersendiri, sesuatu yang sudah dikenalnya sejak menangani Sporting.

"Tekanannya berbeda, karena orang-orang di luar klub sangat bergairah dalam mendukung tim. Hal itu mirip dengan di Portugal, dan saya sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu," imbuhnya.


Manchester United Mengajarkan Besarnya Dampak Sebuah Keputusan

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (AP Photo/Ian Hodgson)

Pengalaman di Manchester United memberikan pelajaran berbeda bagi Amorim. Menurutnya, status sebagai klub global membuat setiap keputusan pelatih memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar dibandingkan ketika bekerja di lingkungan dengan sorotan yang lebih terbatas.

"Tentu saja, situasinya agak berbeda di Inggris. Manchester United adalah klub global seperti halnya Milan, jadi setiap tindakan memiliki dampak besar; pengalaman itu membantu saya untuk bersikap sebaik mungkin di sini, di Milan," tutur Amorim.

Amorim kini ingin menggunakan seluruh pengalaman tersebut untuk menjalankan tugasnya di San Siro secara maksimal. Ia melihat perjalanan kariernya, termasuk masa sulit di Manchester United, sebagai bagian dari proses yang membawanya menuju Milan.

"Dalam benak saya, segala hal yang saya alami sepanjang karier saya bertujuan untuk mencapai titik ini, di klub yang sangat istimewa ini, agar saya siap memberikan kontribusi bagi klub tersebut," kata mantan pelatih Sporting CP.

Sumber: DAZN/Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya