Jelang Pensiun, PNS Kemenag Jakarta Barat Dibekali Kewirausahaan

Bank BJB membekali PNS Kemenag Jakarta Barat dengan keterampilan wirausaha dan literasi keuangan menjelang masa pensiun.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 08 Oktober 2026, 17:35 WIB
85 PNS Kemenag Jakarta Barat dibekali keterampilan usaha, literasi keuangan, dan akses pembiayaan dari bank bjb. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki masa pensiun membutuhkan persiapan yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi keuangan, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan untuk tetap produktif. Karena itu, calon pensiunan perlu memiliki perencanaan agar dapat menjalani masa purnabakti secara mandiri dan sejahtera.

Hal tersebut menjadi perhatian bank bjb melalui program bjb Pra-Purnapreneurship. Pada 6 Oktober 2026, Bank BJB Kantor Cabang S. Parman Jakarta bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Barat menggelar workshop kewirausahaan bagi 85 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru dan Tenaga Kependidikan.

Corporate Secretary Bank BJB Irwan Riswandi menjelaskan, para peserta merupakan PNS yang akan memasuki masa pensiun pada tahun ini dan tahun depan. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan bekal keterampilan usaha sekaligus pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sebelum memasuki masa purnabakti.

"Program bjb Pra-Purnapreneurship tidak hanya memberikan materi secara teoritis. Peserta juga mendapatkan inspirasi langsung dari pelaku usaha yang telah membangun bisnis dari skala rumahan," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Barat Saiful Amri dan Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang S. Parman Cindek Pramawati Anwar.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki wawasan dan keterampilan untuk mempersiapkan kehidupan setelah pensiun secara lebih mandiri.

 

Belajar Bangun Usaha dari Pelaku UMKM

bank bjb/Istimewa.

Dalam workshop tersebut, Bank BJB menghadirkan Zulia Larasati dari Rumah Aneka Frozen sebagai narasumber. Pelaku usaha lokal di Jakarta Barat itu membagikan pengalaman dalam membangun dan mengembangkan bisnis kemitraan Frozen & Fresh Food dari skala rumahan.

Kehadiran pelaku UMKM tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa kegiatan usaha dapat dimulai dari skala kecil dan dikembangkan secara bertahap. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para calon pensiunan yang ingin tetap memiliki aktivitas produktif setelah tidak lagi bekerja sebagai aparatur sipil negara.

Selain kewirausahaan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai literasi keuangan. Trainer program bjb Pra-Purnapreneurship Ivan Rida Pratama memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa pensiun.

Persiapan tersebut dinilai penting karena perubahan status dari pekerja aktif menjadi pensiunan juga diikuti perubahan pola pendapatan dan pengeluaran.

Dengan pemahaman keuangan yang lebih baik, calon pensiunan diharapkan dapat menyusun perencanaan ekonomi secara lebih terarah dan menjaga kondisi keuangan tetap sehat setelah memasuki masa purnabakti.

 

Ada Solusi Pembiayaan untuk Calon Pensiunan

Selain memberikan edukasi, Bank BJB juga menawarkan solusi pembiayaan melalui Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB) bagi calon pensiunan yang membutuhkan dukungan pembiayaan dalam mempersiapkan masa transisi menuju purnabakti.

Produk tersebut terdiri atas bjb KPPB Grace Period dan bjb KPPB Manfaat Ganda. Keduanya dirancang untuk memberikan pilihan pembiayaan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Melalui program bjb Pra-Purnapreneurship, Bank BJB ingin mendorong calon pensiunan agar tidak melihat masa pensiun sebagai akhir dari aktivitas produktif. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memulai kegiatan baru, termasuk mengembangkan usaha.

Program ini menjadi bagian dari upaya Bank BJB menggabungkan edukasi kewirausahaan, literasi keuangan, dan solusi pembiayaan dalam mempersiapkan nasabah menghadapi masa purnabakti.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya