Liputan6.com, Jakarta - Investasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara terus bertambah seiring dengan pengembangan ekosistem hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut total investasi di kawasan tersebut akan mencapai US$ 27 miliar.
Advertisement
Rosan mengatakan, sejak 2018 kawasan IWIP telah menyerap investasi sekitar US$ 20 miliar. Dengan tambahan investasi baru senilai US$ 7 miliar, total investasi di kawasan tersebut diproyeksikan mencapai US$ 27 miliar.
Peningkatan investasi tersebut juga diikuti penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Total tenaga kerja yang terserap di kawasan IWIP diperkirakan mencapai 117.000 orang.
"Sejak 2018, kawasan IWIP telah menyerap investasi sebesar US$ 20 miliar. Dengan tambahan investasi baru senilai US$ 7 miliar, total investasi akan mencapai US$ 27 miliar dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 117.000 orang," kata Rosan dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).
Membangun Ekosistem Industri Baterai
Saat ini, terdapat 52 tenant di kawasan tersebut yang berasal dari berbagai negara. Investor yang masuk antara lain perusahaan global seperti Glencore dan Trafigura, serta investor dari Australia dan India.
Rosan mengatakan pengembangan IWIP tidak hanya berfokus pada pengolahan nikel, tetapi mulai diarahkan untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara menyeluruh.
Ekosistem tersebut mencakup material baterai berbasis nikel, produksi baterai, hingga pengembangan industri daur ulang baterai. Pengembangan tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.