Suahasil Nazara: Fiskal dan Danantara Itu Saudara Kembar

Menkeu Suahasil Nazara menegaskan instrumen fiskal APBN dan BUMN di bawah Danantara ibarat saudara kembar yang saling melengkapi demi visi Presiden Prabowo.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 08 Oktober 2026, 12:00 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut kas negara melalui APBN dan BUMN dalam kelolaan Danantara layaknya saudara kembar. Keduanya memiliki peran saling melengkapi untuk mencapai visi Presiden Prabowo Subianto.

Suahasil menegaskan tidak ada pemisahan yang lebar antara instrumen fiskal dan Danantara. Menurutnya, koordinasi dan sinergi antarlembaga terus berjalan secara beriringan.

"Fiskal sama Danantara itu saudara kembar, kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi, komunikasinya harus lancar," kata Suahasil di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dia menjelaskan, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 2025 lalu menjadi salah satu tonggak penting. Aset BUMN sebagai kekayaan negara yang dipisahkan menjadi motor penggerak untuk menopang ekonomi nasional.

"Membentuk Danantara meningkatkan kapasitas investasi, menggabungkan seluruh kekayaan negara yang dipisahkan, menyinergikan, serta membuatnya lebih efisien. Saya yakin Pak Dony (Dony Oskaria, COO Danantara) akan menguraikan ruang efisiensi yang membuat Danantara bisa bekerja lebih kuat bersama APBN," jelas dia.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari anggaran negara, Suahasil menilai hubungan BUMN dan APBN sangat erat. Keduanya bekerja sejalan demi mewujudkan sasaran pembangunan pemerintah.

"Makanya tadi saya buka dengan APBN dan Danantara itu mau dibilang anak kembar boleh, mau dibilang saudara dekat boleh, mau dibilang teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia," bebernya.

 

Dividen BUMN Dikelola Danantara

COO Danantara Dony Oskaria

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan dividen BUMN tidak disetorkan ke kas negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek strategis.

Sebelumnya, sempat muncul rencana penyetoran dividen BUMN sebesar Rp 120 triliun untuk memperkuat pembiayaan APBN. Namun, Dony mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada rencana pengalihan dividen tersebut ke kas negara.

"Sampai sejauh ini belum ada ya, saya rasa enggak," ucap Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

 

Ekspansi Bisnis hingga Investasi

Dony memberikan sinyal bahwa dividen yang diperoleh dari BUMN akan dihimpun untuk memperluas ekspansi bisnis. Dana tersebut diprioritaskan untuk berinvestasi pada sejumlah proyek guna membuka lapangan kerja baru.

Pengelolaan dividen ini menjadi salah satu kewenangan penuh Danantara dalam mengorkestrasi perusahaan pelat merah.

"Kan kita mau membangun banyak proyek hilirisasi dan lain sebagainya untuk membuka lapangan pekerjaan," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya