Liputan6.com, Jakarta - Aksi teror penagih utang (debt collector) pinjaman online (pinjol) ilegal kian meresahkan. Seorang ibu rumah tangga berinisial BPS (34), warga Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menjadi korban pemerasan setelah data pribadinya disebar, termasuk foto syur hasil rekayasa yang disandingkan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya.
Peristiwa tersebut bermula pada 22 September 2026. Sekitar pukul 08.10 WIB, korban menerima pesan WhatsApp dari penagih aplikasi pinjol berinisial Amanah. Meskipun masa jatuh tempo sebenarnya baru tiba pada 24 September 2026, korban dipaksa melunasi tagihan saat itu juga sebesar Rp1,6 juta dengan ancaman. Korban akhirnya menuruti permintaan tersebut dan melunasinya.
Advertisement
"Namun, teror tak berhenti di situ. Tak berselang lama, nomor WhatsApp lain dari aplikasi berbeda, Dana Dompet, datang meneror korban dengan klaim tagihan fiktif senilai Rp2,9 juta," ujar BPS, Kamis (8/10/2026).
Pelaku memberikan ultimatum agar korban melunasi tagihan dalam waktu 10 menit atau foto KTP miliknya disebar layaknya Daftar Pencarian Orang (DPO). Tak hanya mengancam, pelaku kemudian membagikan foto syur hasil rekayasa yang disandingkan dengan KTP korban ke berbagai grup Facebook wilayah Gresik.
Di bawah tekanan dan rasa takut, korban yang mengaku tidak pernah meminjam melalui aplikasi tersebut akhirnya mentransfer uang Rp2,9 juta. Uang tersebut sedianya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarganya.
Merasa diperas dan menjadi korban fitnah, BPS didampingi suaminya mendatangi Polsek Manyar untuk melapor. Korban menangis saat berada di ruang pelayanan.
Tangisan tersebut bertepatan dengan agenda kunjungan kerja Kapolres Gresik AKBP Ramadhani Nasution yang tengah memantau kualitas pelayanan kepolisian sektor. Melihat kondisi korban, Kapolres mengarahkan penanganan kasus tersebut secara serius di tingkat polres.
"Saat melakukan kunjungan pelayanan di Polsek Manyar, kita melihat korban menangis saat membuat laporan. Langsung kita arahkan perkaranya ke Polres Gersik untuk ditindaklanjuti," kata AKBP Rahmadhani Nasution.
Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Gresik tengah memburu para pelaku di balik teror pinjol tersebut. Korban berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku agar tidak ada warga lain yang mengalami kejadian serupa.