Modal Rp 2 Juta dan Belajar YouTube, Ibu di Palembang Kini Punya 3 Gerai Geprek

Wamenko Perekonomian Drajad Wibowo membagikan cerita sukses nasabah Mekaar di Palembang yang berhasil punya 3 gerai geprek hingga antarkan anak jadi sarjana.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 07 Oktober 2026, 20:35 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Wibowo. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Wibowo, membagikan kisah inspiratif seorang ibu rumah tangga di Palembang yang berhasil mengembangkan usaha ayam geprek setelah memperoleh modal awal sebesar Rp 2 juta melalui program Kredit Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Drajad menceritakan, ibu tersebut memanfaatkan pinjaman modal awal untuk membeli peralatan penggorengan dan mulai mempelajari resep serta strategi bisnis secara mandiri melalui platform YouTube.

"Beliau mendapatkan modal pertama Rp 2 juta, tapi kemudian beliau rajin nonton YouTube, rajin belajar," ujar Drajad saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Usaha tersebut berkembang pesat hingga kini sang ibu mengelola tiga gerai ayam geprek sekaligus menjadi pemasok (vendor) penyedia makanan untuk berbagai kegiatan rapat di instansi pemerintah.

Menurut Drajad, selain akses pembiayaan, program pendampingan dan pemberdayaan yang konsisten turut menjadi kunci sukses bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produksi mereka.

 

Komitmen Pemerintah

Keberhasilan usaha ini juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan keluarga, terutama dalam hal pendidikan. Anak dari ibu tersebut bahkan berhasil menyelesaikan studi hingga meraih gelar sarjana ekonomi.

"Sekarang beliau punya tiga gerai ayam geprek dan menjadi vendor bagi instansi pemerintah kalau ada rapat-rapat. Anaknya bahkan sampai lulus sarjana ekonomi," tutur Drajad.

Berangkat dari kisah sukses ini, pemerintah berkomitmen untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat pada kelompok ekonomi menengah ke bawah melalui skema kombinasi kredit terjangkau, pendampingan, dan pengembangan usaha kelompok.

Drajad menambahkan, Presiden juga telah memberikan arahan langsung untuk menurunkan suku bunga kredit Mekaar bagi ibu-ibu menjadi 8% demi memperluas jangkauan akses pembiayaan.

"Pertumbuhan di desil-desil bawah inilah yang akan lebih banyak didorong oleh Kemenko Perekonomian. Jumlah sasaran penerimanya bukan hanya belasan juta, melainkan mencapai puluhan juta orang," pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya