Liputan6.com, Jakarta - AC Milan menghadapi persoalan yang sudah berulang dalam beberapa musim terakhir: badai cedera. Masalah tersebut datang pada periode yang sangat tidak ideal karena Rossoneri harus menjalani jadwal padat sepanjang Oktober 2026.
Dalam 21 hari, Milan dijadwalkan memainkan tujuh pertandingan. Padatnya agenda tersebut menuntut kedalaman skuad yang kuat, sementara sejumlah pemain penting kini harus masuk daftar kekhawatiran akibat masalah kebugaran.
Advertisement
Alexis Saelemaekers menjadi kabar paling buruk bagi Milan. Cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat latihan membuat pemain Belgia itu berpotensi absen hingga 2027 dan bahkan diperkirakan membutuhkan operasi.
Situasi tersebut semakin mempersempit pilihan di sejumlah posisi. Milan masih memiliki beberapa pemain yang bisa menjalankan peran berbeda, tetapi kehilangan Saelemaekers, ditambah kondisi Pervis Estupinan, Strahinja Pavlovic, dan pemain lain, membuat beban skuad semakin berat.
Saelemaekers Jadi Kehilangan Terbesar Milan
Masalah cedera bukan persoalan baru bagi Milan. Pada musim 2024-25 saja, tercatat 33 kasus cedera dan persoalan serupa juga menghantui Rossoneri pada musim-musim sebelumnya.
Kini, masalah tersebut kembali muncul ketika Milan memasuki periode dengan jadwal sangat padat. Saelemaekers mengalami keseleo pergelangan kaki dalam latihan dan sempat diharapkan dapat kembali berlatih menjelang pertandingan melawan Sassuolo.
Harapan tersebut kemudian pupus setelah kondisi pergelangan kakinya disebut kehilangan stabilitas. Cedera itu bahkan berpotensi membuat Saelemaekers absen hingga 2027 dan membuka kemungkinan dirinya menjalani operasi pada bagian yang pernah mengalami cedera serius dua tahun lalu.
Kehilangan Saelemaekers menjadi pukulan besar karena ia mampu menjalankan empat peran berbeda dalam sistem permainan Milan. Pemain asal Belgia tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu pemain inti, sehingga absennya bakal mengurangi fleksibilitas taktik tim.
Pilihan di Beberapa Posisi Makin Terbatas
Milan juga sempat dibuat cemas oleh kondisi Pervis Estupinan. Bek asal Ekuador itu mengalami masalah pada lutut, meski masalah tersebut disebut ringan dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Estupinan memang bukan selalu pilihan utama, tetapi perannya tetap penting karena telah mencatat hampir 300 menit bermain sejauh musim ini. Jika ia harus absen, pilihan di sisi kiri pertahanan Milan akan semakin terbatas.
Strahinja Pavlovic juga sempat menimbulkan kekhawatiran setelah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia menjadi pemain cadangan saat Serbia menghadapi Jerman setelah sebelumnya meninggalkan pertandingan dalam kondisi terpincang-pincang, meski kemudian kembali bermain penuh selama 90 menit ketika Serbia menghadapi Belanda.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Milan yang harus melewati tujuh pertandingan dalam 21 hari. Di lini serang, Rossoneri masih memiliki opsi seperti Diego Moreira, Christian Pulisic, dan Alphadjo Cisse, tetapi Pulisic baru pulih dari cedera dan Cisse mengakui kondisinya belum 100 persen.
Sumber: SempreMilan