Proyek Giant Sea Wall Dimulai Bulan Ini

Proyek raksasa Giant Sea Wall resmi dimulai bulan ini. Tahap awal difokuskan pada penanaman mangrove untuk amankan pesisir Pantura Jawa.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 07 Oktober 2026, 13:35 WIB
Alat berat mengeruk lumpur dan memasang tiang pancang untuk proyek pembangunan tembok penahan rob ( Giant Wall Sea ) di Kawasan Tambak Lorok Semarang. (Gholib)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mematangkan proyek penanganan abrasi dan banjir rob di pesisir utara Jawa. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengumumkan bahwa groundbreaking proyek Giant Sea Wall berbasis lingkungan (nature-based solution) dijadwalkan berlangsung pada Oktober tahun ini.

Tahap awal proyek ini difokuskan pada penguatan ekosistem pesisir, salah satunya melalui penanaman tanaman mangrove.

"Ini kita mau groundbreaking InsyaAllah bulan Oktober ini, tapi groundbreaking-nya nature-based solution, mangrove ya," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko IPK, Nazib Faizal dikutip Antara, Rabu (7/10/2026).

Nazib menyampaikan bahwa persiapan peletakan batu pertama proyek berbasis alam ini sudah hampir rampung. "Iya, betul, ini mau kita segera, mudah-mudahan dalam waktu dekat seminggu, dua minggu lagi, lagi kita siapkan," tambahnya.

Sementara itu, pembangunan fisik berupa tanggul laut beton (hard/grey infrastructure) baru akan menyulut tahap groundbreaking pada tahun mendatang. "Untuk yang hard infrastructure, yang grey infrastructure itu InsyaAllah tahun depan," jelas Nazib.

Strategi Perlindungan Pesisir Pantura Jawa

Perahu nelayan melintas di dekat proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Cilincing, Jakarta. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Langkah percepatan perlindungan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa ini dijalankan oleh pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ). Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) menjadi bagian mendasar dari strategi nasional untuk menyelamatkan kawasan pesisir Pantura Jawa.

Perlindungan ini tidak hanya mengandalkan dinding beton, tetapi mengombinasikan tiga elemen utama: 

  • Tanggul laut lepas pantai (offshore dike)
  • Tanggul pantai (onshore dike)
  • Solusi berbasis alam (nature-based solutions), seperti restorasi ekosistem mangrove

Langkah terpadu ini diambil lantaran wilayah Pantura Jawa menghadapi ancaman serius, mulai dari penurunan tanah, kenaikan air laut, banjir rob, hingga hilangnya garis pantai. Kondisi ini mengancam kawasan pemukiman, sentra industri, lahan pertanian, serta fasilitas vital nasional seperti bandara dan pelabuhan.

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa perencanaan dan pelaksanaan groundbreaking dirancang berjalan beriringan dengan melibatkan pemerintah daerah dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Target Jangka Panjang Presiden Prabowo

 

Proyek ambisius ini mendapat dorongan kuat dari Presiden Prabowo Subianto yang bertekad memulai konstruksi Giant Sea Wall di masa jabatannya. Mengingat skalanya yang luas, proyek pelindung Pantura ini diproyeksikan memakan waktu penyelesaian hingga 20 tahun.

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyiapkan terobosan teknologi khusus yang bakal digunakan untuk menyokong keberhasilan pembangunan tanggul raksasa ini demi mengamankan kawasan pesisir Jawa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya