Dari Jalanan Nigeria, Rachel Ojuromi Sukses Melangkah di Chanel Summer 2027

Cerita Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang sukses pukau dunia

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 14:00 WIB
Cerita Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang sukses pukau dunia (dok. Chanel)

Liputan6.com, Jakarta - Pertunjukkan busana Chanel Summer 2027 membawa banyak cerita unik. Tidak hanya sekadar koleksi busana karya Matthieu Blazy yang jadi perbincangan melainkan bagaimana Chanel memberikan ruang bagi banyak perempuan untuk menunjukkan pesonanya di panggung fashion dunia. Termasuk Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang turut menuai sorotan.

Hanya beberapa tahun lalu, Rachel Ojuromi masih membayangkan seperti apa rasanya tinggal di Paris. Pada 2020, perempuan asal Nigeria ini bahkan pernah membuat video tentang kehidupan yang ia impikan di kota tersebut. Lima tahun kemudian, bayangan itu berubah menjadi kenyataan. Bukan hanya tiba di Paris, Rachel justru melangkah ke salah satu panggung fashion paling prestisius di dunia sebagai model runway Chanel Spring/Summer 2027.

Debut tersebut menjadi semakin menarik karena perjalanan Rachel menuju Grand Palais tidak dimulai dari agensi model besar atau panggung fashion konvensional. Ia justru membangun namanya melalui jalanan Lagos, media sosial, dan kecintaannya terhadap fashion.

Perempuan berusia 22 tahun tersebut sebelumnya dikenal sebagai creative director, filmmaker, storyteller, sekaligus pendiri platform seni dan budaya The Process Africa. Dunia modeling baru menjadi salah satu medium yang ia eksplorasi setelah sebelumnya lebih banyak bekerja di balik layar.

 

Menjadikan Jalanan Lagos sebagai Runway

Cerita Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang sukses pukau dunia (@giverachelashot)

Bersama sahabat sekaligus stylist dan designer Debby Fasingha, Rachel mulai membuat video fashion yang mempertemukan high fashion dengan keseharian di Lagos. Dalam berbagai video yang kemudian viral, ia tampil dengan styling penuh warna dan karakter kuat sambil melakukan aktivitas yang sangat biasa—mulai dari pergi ke pasar membeli sayuran, mengambil koran, hingga membawa sekeranjang pisang di atas kepala.

Rachel mengenakan rok fringe warna fuchsia, animal print, tailored suit, corset dress, hingga berbagai kombinasi layering yang berani. Jalanan Lagos menjadi latar, sementara Rachel menjadikannya runway personal. Konsep sederhana tersebut justru membuat kontennya terasa berbeda karena fashion hadir di tengah kehidupan sehari-hari, bukan hanya di studio atau panggung pertunjukan.

Di balik penampilannya yang terlihat effortless, Rachel memiliki pengetahuan fashion yang cukup mendalam. Dalam wawancaranya dengan Models.com, ia mengungkapkan ketertarikannya pada sejarah fashion dan berbagai koleksi dari era berbeda. Salah satu runway yang sangat berpengaruh baginya adalah Prada Fall 1988, sementara koleksi Mugler era 1990-an juga menjadi referensi penting dalam cara ia memahami fashion.

Menariknya, Rachel mengaku baru mulai mengenakan high heels pada 2025. Ia tidak secara khusus menciptakan model catwalk untuk video-video tersebut. Cara berjalan yang kemudian dianggap memiliki “model energy” justru merupakan gaya berjalannya sendiri. Baginya, yang terpenting bukan meniru cara berjalan model tertentu, melainkan menyampaikan perasaan dan karakter melalui gerakan tubuh.

 

Chanel Menjadi Titik Balik

Cerita Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang sukses pukau dunia (@giverachelashot)

Hubungan Rachel dengan Chanel sebenarnya sudah dimulai sebelum ia benar-benar menginjak runway rumah mode tersebut. Salah satu video yang paling mengubah perjalanan kariernya adalah ketika Rachel dan Debby membuat interpretasi ulang terhadap Chanel Métiers d’Art show.

Alih-alih menyalin koleksi secara persis, mereka menerjemahkan kode-kode busana Matthieu Blazy menggunakan pakaian yang mereka miliki, termasuk item thrift, lalu membawanya ke jalanan Lagos. Video tersebut kemudian menjadi viral dan menarik perhatian Blazy sendiri.

Rachel menyebut video tersebut sebagai kendaraan yang membawanya hingga ke titik ini. Namun, ia tidak menganggap perjalanannya sebagai kesuksesan yang terjadi dalam semalam.

“It's a series of compounding events. It's never overnight,” ujar Rachel kepada Vogue."

Ini adalah serangkaian peristiwa yang saling mengakumulasi. Hal ini tidak pernah terjadi dalam semalam."

Menurutnya, apa yang terlihat sebagai sebuah momen besar sebenarnya merupakan hasil dari berbagai hal yang telah ia kerjakan dan bangun selama bertahun-tahun.

 

Debut di Grand Palais

Cerita Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang sukses pukau dunia (@giverachelashot)

Pada 5 Oktober 2026, perjalanan tersebut akhirnya mencapai titik yang sulit dibayangkan sebelumnya. Rachel berjalan dalam show Chanel Spring/Summer 2027 karya Matthieu Blazy di Grand Palais, Paris.

Untuk debutnya, Rachel mengenakan set tweed abu-abu dan kuning yang terdiri dari atasan bergaya shirt dan rok midi. Warna kuning tersebut memiliki makna personal karena merupakan warna favorit Debby Fasingha, sahabat sekaligus partner kreatif yang selama ini ikut membangun perjalanan fashion Rachel.

Look tersebut terasa tepat untuk Rachel karena menghadirkan salah satu kode klasik Chanel melalui tweed, tetapi dalam interpretasi yang lebih muda dan effortless. Rambutnya ditata dengan kepangan yang ditarik rapi ke belakang, sementara makeup dibuat glowing dan natural. Rachel pun mengapresiasi keputusan tim Chanel untuk mempertahankan penampilannya tetap dekat dengan dirinya sendiri.

Menjelang runway, rasa gugup tetap muncul. Rachel bahkan berlatih berjalan dan khawatir akan tersandung di atas runway. Dukungan dari model-model yang lebih berpengalaman, termasuk Anok Yai dan Bhavitha Mandava, membantunya lebih tenang dan mengingatkan bahwa ia memang pantas berada di sana. Ketika akhirnya berjalan di runway Chanel, Rachel mengatakan dirinya justru bisa menikmati momen tersebut.

 

Lebih dari Sekadar Model

Cerita Rachel Ojuromi, model asal Nigeria yang sukses pukau dunia (@giverachelashot)

Meski debut Chanel membuat namanya semakin dikenal sebagai model, Rachel tidak melihat modeling sebagai satu-satunya tujuan. Baginya, fashion adalah bagian dari dunia kreatif yang lebih luas.

Melalui The Process Africa, ia ingin mendokumentasikan perjalanan para kreator muda Afrika sejak awal, bukan hanya ketika mereka sudah mendapatkan pengakuan internasional. Rachel juga membawa perspektif kolektif dalam perjalanan kariernya. Ia mempertanyakan apakah sebuah kesuksesan benar-benar berarti jika hanya dirinya yang mendapatkan kesempatan masuk ke dalam ruangan tersebut.

Kini, dari jalanan Lagos menuju Grand Palais, Rachel Ojuromi menunjukkan bahwa runway tidak selalu harus menjadi tempat pertama seorang model menemukan dirinya. Terkadang, runway justru datang setelah seseorang berani membangun panggungnya sendiri.

Dan mungkin, itulah yang membuat debut Chanel Rachel terasa begitu istimewa: ia tidak menunggu dunia fashion menemukan dirinya. Ia terlebih dahulu menciptakan dunianya sendiri, hingga akhirnya dunia fashion datang menghampirinya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya