Pramono Bakal Benahi Kampung Bali Tanpa Gusur Warga

Pembenahan Kampung Bali melihat keberadaannya yang tidak jauh dari pusat kota, tetapi menjadi salah satu tempat paling kumuh di Jakarta.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 06 Oktober 2026, 23:31 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat berkunjung ke Blok M Hub, Jakarta Selatan. (Liputan6/Devira Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal melakukan pembenahan di kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat. Hal itu disampaikan saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate, Selasa (6/10/2026).

"Kebetulan hari ini di Balai Kota ada rapat paripurna. Salah satu yang diputuskan adalah melakukan pembenahan di Tanah Abang, di Kebon Melati, Kebon Kacang, Kampung Bali," ujar Pramono di Blok M Hub, Selasa (6/10/2026).

Dia mengatakan, pembenahan di kawasan tersebut melihat keberadaannya yang tidak jauh dari pusat kota, tetapi menjadi salah satu tempat paling kumuh di Jakarta.

"Tidak jauh dari istana, tidak jauh dari Balai Kota, tidak jauh dari Bundaran HI, tetapi salah satu tempat yang paling kumuh adalah di tempat itu," ucap Pramono.

"Maka tadi saya sudah memutuskan bahwa Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan pembenahan sepenuhnya kawasan itu," sambung dia.

Sebab menurut Pramono, pada prinsipnya yang akan dilakukan adalah menata kawasan namun tidak menggusur masyarakatnya.

"Prinsipnya adalah menata kawasan, kita tidak menggusur masyarakatnya, tetapi melakukan perbaikan dan ini akan menjadi role model Jakarta pembenahan di kemudian hari," kata dia.

Dinas yang Bertanggung Jawab

Pramono menjelaskan, wilayah Kampung Bali dan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, ada ruas yang sudah hampir 60 tahun tidak tertangani secara baik selama ini.

"Ada ruas yang udah hampir 60 tahun tempat itu kurang lebih 2,3 kilometer tidak tertangani secara baik, secara jujur saya harus mengatakan itu," kata dia.

Bahkan menurut dia, ada beberapa hunian di wilayah tersebut dalam ukuran rumah 3x4 meter diisi sampai 15 orang dengan tidur bergantian tiga shift.

"Tentunya saya menginginkan masyarakat Jakarta, apalagi ini tidak jauh dari pusat keramaian Jakarta, Bundaran HI, Balai Kota, Istana, maka kami melakukan perbaikan kawasan secara menyeluruh," terang Pramono.

Dia menyampaikan yang bertanggung jawab melakukan pembenahan ada dua yakni Dinas Sumber Daya Air dan Dinas terkait, terutama Dinas Sosial, mengingat di wilayah tersebut hal-hal yang berkaitan dengan sosial juga cukup tinggi.

 

Anggaran yang Digunakan

Terkait penggunaan dana, menurut Pramono akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga Corporate Social Responsibility (CSR).

"Maka anggaran yang akan dilakukan adalah, yang pertama tentunya dari APBD, yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF KLB untuk melakukan pembangunan di tempat itu. Angkanya sebenarnya sudah keluar, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik," papar Pramono.

Dia memastikan tidak akan melakukan penggusuran terhadap masyarakat. Mengingat juga, kata Pramono, terdapat rumah ibadah di wilayah tersebut.

"Tetapi intinya adalah kami melakukan pembenahan tidak menggusur karena di dalam, di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musala, dan sebagainya. Tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi dengan apa, perkembangan teknologi sekarang mudah-mudahan nanti tempat itu menjadi tempat yang tertata dengan baik," tandas Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya