Elon Musk Kembali Menjadi Triliuner Setelah Saham Tesla Melambung

Elon Musk adalah triliuner pertama di dunia yang kini kembali menyandang gelar tersebut setelah kekayaan sempat merosot.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 06 Oktober 2026, 21:00 WIB
Elon Musk adalah triliuner pertama di dunia yang kini kembali menyandang gelar tersebut setelah kekayaannya sempat merosot. (Dok: Anna Moneymaker/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah kekayaan naik US$ 65 miliar, atau Rp 1.163 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.908). Kini, orang terkaya tersebut memiliki kekayaan US$ 1,04 triliun, atau Rp 18.623 triliun seiring nilai saham di SpaceX dan Tesla melambung, menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Mengutip Strait Times, Selasa, (6/10/2026), saham SpaceX naik 13% sejak awal Oktober, sementara Tesla menguat 6,7%. Ini menandai pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir kekayaan Elon Musk mencapai angka 13 digit.

Dia menjadi triliuner pertama di dunia pada Juni 2026 saat SpaceX mencetak rekor dalam penawaran publik perdananya (IPO), namun angka tersebut merosot saat sahamnya lesu akibat kekhawatiran terkait valuasi perusahaan yang sangat tinggi.

Pada akhir Juli 2026, penurunan kekayaan Musk yang mencapai lebih dari US$ 600 miliar atau Rp 10.744 triliun melampaui nilai kekayaan bersih siapa pun yang pernah masuk dalam daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg, kecuali Musk sendiri.

Peningkatan terbaru ini didorong oleh optimisme yang kembali tumbuh di kedua perusahaan tersebut.

Pada 5 Oktober 2026, analis di Morgan Stanley menyebut SpaceX sebagai cara termudah untuk memanfaatkan “potensi kenaikan yang kuat” di sektor antariksa dan kecerdasan buatan. Ini turut mendorong kenaikan saham perusahaan yang bergerak di bidang antariksa, kecerdasan buatan, dan media sosial tersebut yang telah telah pulih sebesar 58% dari level terendah pada Agustus.

Pekan lalu, Tesla melaporkan penjualan yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal ketiganya.

Menurut indeks kekayaan Bloomberg, kepemilikan saham Musk di SpaceX dan Tesla menyumbang lebih dari 98% dari kekayaan bersihnya.

 

Kekayaan Elon Musk Kembali Susut Rp 323 Triliun Usai Saham Tesla Anjlok

Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via AP, File)

Sebelumnya, kekayaan Elon Musk kembali menyusut lebih dari US$ 18 miliar, atau Rp 323,4 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.969), pada Kamis, 23 Juli 2026. Kekayaan Elon Musk turun seiring secara intraday, saham Tesla alami kinerja terburuk setelah lebih dari satu tahun. Seiring hal iitu, Analis desak Elon Musk untuk paparkan hasil nyata bisnis robotika dan robotaxi-nya

Melansir Yahoo! Finance, Jumat (24/7/2026), saham Tesla merosot sebanyak 14,1% pada Kamis siang, mencetak rekor penurunan dalam satu hari bagi Tesla sejak 5 Juni 2025 sebesar 14,2%. Harga saham yang anjlok memangkas kekayaan bersih Elon Musk sebanyak US$ 18,6 miliar, atau Rp 334,2 triliun menjadi US$ 731,7 miliar, atau Rp 13,1 kuadriliun.

Meski demikian, dia tetap menduduki posisi teratas orang terkaya sedunia, menyalip co-founder Google, Larry Page, dengan kekayaan US$ 263,8 miliar, atau Rp 4,7 kuadriliun, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos, dengan kekayaan US$ 245,4 miliar, atau Rp 4,4 kuadriliun.

 

 

Kekayaan Musk Terkikis

Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Pemegang saham menuduh Elon Musk memperkaya dirinya serta keluarganya dengan kesepakatan yang terjadi pada 2016 terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)

Kekayaan Musk telah terkikis lebih dari US$ 700 miliar, atau Rp 12.594 triliun sejak rilis Initial Public Offering (IPO) SpaceX yang sempat menjadikannya triliuner, dengan kekayaan US$ 1,4 triliun, atau Rp 25,1 kuadriliun. Ini hanya bertahan hingga gelombang penjualan besar-besaran selama beberapa minggu, yang sejak itu telah membuat kekayaan bersihnya turun di bawah level sebelum IPO.

Kemerosotan terbaru ini terjadi saat laporan keuangan kuartalannya dirilis pada Rabu, 22 Juli 2026, di mana produsen mobil tersebut melaporkan penghasilan sebesar US$ 28,2 miliar, atau Rp 506,7 triliun, yang lebih tinggi dari estimasi analis sebesar US$ 27,2 miliar atau Rp 488,8 triliun. Sementara, laba yang dicatat jauh di bawah proyeksi sebesar 55 sen, yakni hanya 33 sen.

Direktur Keuangan Vaibhav Taneja, dalam konferensi laporan keuangan tersebut menegaskan rencana Tesla untuk menghabiskan sebanyak US$ 25 miliar, atau Rp 449,2 triliun tahun ini, dan akan bertambah pada tahun berikutnya.

Proyek Optimus dan Robotaxi Krusial untuk Jaga Kepercayaan Investor

Saham Tesla yang anjlok memicu spekulasi dari pemegang saham tentang apakah Musk akan merilis informasi terbaru tentang robot Optimus dan rencana robotaxi-nya. Sebelum keluarnya laporan keuangan terbaru, banyak yang mempertanyakan mengapa bisnis robotaxi ini ditunda.

Pertanyaan lain menyebutkan, “Mengapa Tesla menunda untuk menyelesaikan rencana jangka pendek yang mereka buat sendiri?”

Wall Street ikut mengkritik Tesla, contohnya, analis Morgan Stanley menyebutkan walaupun pengeluaran Tesla adalah investasi penting, perusahaan tersebut harus segera merilis pencapaian nyata dari program robotaxi dan Optimus miliknya.

Sentimen ini disetujui oleh Canaccord Genuity, lantaran mereka menyatakan keinginannya untuk melihat penyebaran robotaxi dalam enam bulan ke depan seiring Tesla meningkatkan strategi AI-nya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya