Liputan6.com, Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap tujuan penambahan enam komando daerah militer (Kodam) baru, yakni untuk memperkuat pengamanan wilayah sekaligus memperpendek rentang kendali komando di Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan penambahan Kodam diperlukan agar koordinasi dan respons terhadap perkembangan situasi di berbagai wilayah dapat dilakukan lebih cepat.
Advertisement
"Karena itu perlu disesuaikan agar rentang kendali lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal," kata Donny, dilansir Antara, Selasa (6/10/2026).
Menurut Donny, Indonesia memiliki wilayah daratan yang luas serta wilayah kepulauan yang banyak. Setiap wilayah memiliki kondisi geografis dan karakter masyarakat yang berbeda-beda.
Kondisi tersebut membuat TNI AD perlu membangun sistem organisasi kewilayahan yang lebih kuat di daerah agar pengendalian dan pengamanan wilayah dapat dilakukan secara maksimal.
Tidak hanya untuk memperkuat pengamanan, keberadaan Kodam baru juga diharapkan dapat mempermudah TNI AD dalam mengirimkan bantuan kepada warga jika terjadi bencana.
"Jadi, pembentukan Kodam baru bukan sekadar penambahan struktur organisasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas TNI AD," terang Donny.
Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam Kodam, dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026).
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI," kata Presiden.
Ke-204 satuan tersebut terdiri atas enam Kodam, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, dan tiga Batalyon Bantuan Tempur. TNI Angkatan Laut menambah satu brigade dan empat batalyon Marinir.
Sementara itu, TNI Angkatan Udara menambah 10 satuan, mulai dari Divisi II Pasukan Gerak Cepat hingga satuan radar.
Presiden kemudian menekan sirine sebagai tanda peresmian satuan-satuan baru tersebut. Setelah itu, Presiden melantik keenam Kodam baru secara simbolis dengan menyerahkan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing panglima Kodam (Pangdam).
Enam Kodam baru tersebut yakni Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau dengan Pangdam Mayjen TNI Rionardo, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, dan Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur dengan Pangdam Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua.
Tiga Kodam lainnya yaitu Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara dengan Pangdam Mayjen TNI Nefra Firdaus, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah dengan Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung, dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat dengan Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra.