Chanel Summer 2027 Menelusuri Beragam Wajah Gabrielle Chanel Lewat Busana

Matthieu Blazy hadirkan ragam wajah Gabrielle Chanel di koleksi Chanel Summer 2027

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 06 Oktober 2026, 12:00 WIB
Matthieu Blazy hadirkan ragam wajah Gabrielle Chanel di koleksi Chanel Summer 2027 (dok. Chanel)

Liputan6.com, Jakarta - Fashion selalu berubah mengikuti zaman, tetapi jejak masa lalu tetap menjadi bagian penting dalam proses transformasinya. Gagasan tersebut menjadi benang merah koleksi Chanel Summer 2027 karya Matthieu Blazy yang dipresentasikan di Paris Fashion Week. Melalui koleksi bertajuk “La Conversation – Part Three – Different Faces of the Same Coin”, Blazy melanjutkan percakapannya dengan Gabrielle Chanel dengan mengeksplorasi berbagai sisi perempuan yang kemudian membentuk identitas Chanel.

“Throughout their lives, women become multiple selves, different faces of the same coin,” ujar Matthieu Blazy.

Sepanjang hidup mereka, perempuan menjelma menjadi berbagai sosok diri—sisi-sisi berbeda dari satu keping mata uang yang sama.

Baginya, perempuan dapat memiliki berbagai identitas sepanjang hidupnya. Begitu pula dengan Gabrielle Chanel yang terus berevolusi, dari sosok perempuan muda yang menentang batasan busana pada zamannya hingga menjadi figur yang melahirkan berbagai kode ikonis Chanel.

 

 

Dari Underwear hingga Tailoring, Perjalanan Gabrielle Chanel dalam Busana

Matthieu Blazy hadirkan ragam wajah Gabrielle Chanel di koleksi Chanel Summer 2027 (dok. Chanel)

Koleksi ini membawa perjalanan Gabrielle Chanel dari masa awal hingga periode pascaperang. Salah satu titik awalnya terlihat melalui eksplorasi jersey underwear, yang kemudian berkembang menuju salah satu elemen paling ikonis Chanel, yakni suit.

Jika tailoring pada masa lalu identik dengan struktur yang kaku, Blazy menerjemahkannya menjadi sesuatu yang lebih ringan dan fleksibel. Suit dikenakan layaknya second skin, menyentuh tubuh dengan ringan dan memungkinkan pemakainya bergerak lebih bebas.

Jejak siluet masa lalu tetap terlihat melalui detail seperti shadow boning, peplum, ruffle pada kerah, hingga lekuk bodice. Elemen tersebut hadir seperti bayangan dari busana masa lalu, meninggalkan jejak historis tanpa membuat koleksi terasa seperti pengulangan arsip.

 

Maskulin Bertemu Feminin

Matthieu Blazy hadirkan ragam wajah Gabrielle Chanel di koleksi Chanel Summer 2027 (dok. Chanel)

Permainan antara elemen maskulin dan feminin menjadi salah satu karakter kuat dalam koleksi Chanel Summer 2027. Eksplorasi terhadap men’s formal daywear dan eveningwear diterjemahkan melalui potongan raw-edged yang menjadi gilet, dikenakan bersama trousers, hingga direkonstruksi menjadi pencil-skirt suits.

Dunia tailoring pria kemudian melebur ke dalam busana perempuan melalui gaun formal bergaya 1930-an. Beberapa hadir dengan struktur bias dan sequins, sementara versi knitted dan beaded terasa begitu ringan hingga mudah dikenakan layaknya T-shirt.

Kontras antara struktur dan kelembutan tersebut memperlihatkan bagaimana Blazy melihat femininity sebagai sesuatu yang tidak memiliki satu definisi. Identitas perempuan dapat berubah, dimainkan, bahkan ditinggalkan untuk menemukan bentuk baru.

Sisi feminin yang lebih lembut terlihat melalui permainan flou, terutama lewat material silk transparan. Beberapa busana menggunakan lapisan printed silk dengan bobot berbeda yang menghasilkan efek seperti formasi awan. Potongan yang mengembang dan bergerak seolah menangkap perubahan suasana dari pagi, golden hour, hingga malam. Busana pun menjadi medium untuk menggambarkan perjalanan waktu sekaligus menghadirkan sensasi ringan dan bebas ketika dikenakan.

Gagasan kebebasan juga diterjemahkan melalui simbol swift dan swallow. Burung-burung tersebut hadir dalam bentuk buttons, jewellery, hingga embroidery. Lebih dari sekadar motif dekoratif, burung menjadi metafora perjalanan Gabrielle Chanel dalam melepaskan berbagai batasan melalui fashion.

 

New Smocked Tweed, Evolusi Ikon Chanel

Matthieu Blazy hadirkan ragam wajah Gabrielle Chanel di koleksi Chanel Summer 2027 (dok. Chanel)

Pada bagian akhir koleksi, Blazy kembali pada salah satu identitas paling kuat Chanel yakni tweed. Kali ini, hadir inovasi “smocked tweed” yang memiliki karakter lebih ringan, fleksibel, dan stretch sehingga memungkinkan tubuh bergerak lebih bebas.

Menariknya, material ini kembali menghubungkan akhir koleksi dengan titik awalnya. Jika perjalanan Gabrielle dimulai dari underwear sebagai simbol kebebasan tubuh, cerita tersebut berakhir pada suit dengan tweed yang lebih ringan dan mobile.

Dengan demikian, koleksi Chanel Summer 2027 terasa seperti sebuah lingkaran yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Tradisi tidak dihapus, tetapi terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan perempuan modern.

Narasi tentang berbagai identitas Gabrielle Chanel juga hadir melalui aksesori. Koleksi dibuka oleh Dyanira Hurbuscher yang membawa tas 2.55 milik Gabrielle Chanel dari arsip Patrimoine Chanel. Tas tersebut kemudian kembali muncul di akhir pertunjukan, dikenakan oleh model yang sama.

Deretan flap bags turut mempertemukan berbagai era, mulai dari reinterpretasi maroquinerie klasik dengan watch-chain lock hingga cloud bags yang merepresentasikan perjalanan waktu. Sebagai penutup, hadir birdcage minaudière dengan burung-burung yang seolah telah melarikan diri sebagai simbol playful sekaligus mendalam tentang kebebasan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya