Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca sejumlah kota. Kondisi cuaca bervariasi, mulai dari hujan petir, hujan sedang dan ringan, berawan tebal, hingga udara kabur dan potensi asap.
Prakirawan BMKG Bintari mengatakan pola perlambatan dan pertemuan angin memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, meski kondisi kering masih mendominasi secara umum.
Advertisement
"Pesisir barat Sumatera, sebagian besar Kalimantan, hingga wilayah Papua bagian tengah dan pegunungan diprakirakan mengalami pembentukan awan hujan. Pengguna transportasi udara diimbau mewaspadai potensi awan cumulonimbus di wilayah lintasan penerbangan tersebut," kata Bintari, dilansir Antara Selasa (6/10/2026).Di Pulau Sumatera, Pekanbaru diprakirakan berpotensi mengalami hujan petir, sedangkan Banda Aceh berpeluang diguyur hujan sedang. Hujan ringan berpotensi terjadi di Medan dan Padang.
Sementara itu, Bandar Lampung diprakirakan berpotensi mengalami asap atau kabut. Adapun Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang diprakirakan mengalami udara kabur.
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Beranjak ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sejumlah kota diprakirakan didominasi cuaca berawan tebal.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Kupang. Sementara Serang berpeluang mengalami hujan ringan dan Mataram diprakirakan mengalami udara kabur.
Kalimantan hingga Indonesia TimurUntuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi, hujan ringan berpeluang mengguyur Pontianak, Tanjung Selor, Mamuju, dan Palu.
Sementara Palangka Raya diprakirakan berpotensi mengalami asap akibat kondisi cuaca kering. Di Indonesia bagian timur, hujan ringan berpeluang terjadi di Nabire dan Jayawijaya.
Gelombang Tinggi
Selain prakiraan cuaca sejumlah kota, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Masyarakat pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan juga diminta mewaspadai potensi banjir rob akibat fenomena pasang air laut.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui saluran resmi serta mewaspadai risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).