Liputan6.com, Jakarta - Timnas Inggris tampil luar biasa saat menghancurkan Kroasia 7-0 pada UEFA Nations League. Empat pemain di lini depan, Anthony Gordon, Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Harry Kane, menjadi aktor utama pesta gol tersebut.
Gordon mencetak satu gol dan satu assist, sedangkan Bellingham menyumbang satu gol serta tiga assist. Saka dan Kane sama-sama mencetak dua gol untuk melengkapi penampilan ofensif Inggris.
Advertisement
Kombinasi keempat pemain tersebut membuat pertahanan Kroasia kesulitan sepanjang pertandingan. Inggris menunjukkan betapa berbahayanya mereka ketika talenta ofensifnya mampu bermain dalam ritme yang sama.
Meski demikian, penampilan Inggris tetap perlu dilihat dalam konteks performa Kroasia. Tuan rumah tampil jauh di bawah standar dan gagal menunjukkan ketangguhan yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Kane dan Saka Jadi Ujung Tombak
Harry Kane kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin lini depan Inggris. Ia membuka keunggulan, mencetak gol kedua, kemudian memberikan assist untuk gol Saka.
Saka tampil sama tajamnya dengan dua gol yang ia cetak sepanjang pertandingan. Winger Inggris itu bahkan memiliki peluang untuk menambah koleksi golnya jika lebih beruntung dalam penyelesaian akhir.
Anthony Gordon juga menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Satu gol dan satu assist memperlihatkan kemampuannya sebagai kreator sekaligus pencetak gol dari sisi kiri.
Rijeka sebelumnya merupakan salah satu benteng kuat Kroasia karena mereka belum pernah kalah di sana dan hanya menelan empat kekalahan dari 41 laga kandang. Namun, rekor tersebut runtuh ketika Kroasia harus menghadapi serangan Inggris yang datang tanpa henti.
Bellingham Lengkapi Keganasan Inggris
Jude Bellingham melengkapi penampilan gemilang quartet lini depan Inggris dengan satu gol dan tiga assist. Kontribusi tersebut menunjukkan kualitas Bellingham sebagai pemain yang mampu memengaruhi permainan dari area serang.
Performa itu juga menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai posisi Bellingham di starting XI Inggris. Ia kembali memperlihatkan kualitas kelas dunia yang sebelumnya sudah terlihat saat tampil impresif di Piala Dunia.
Inggris memang menunjukkan pendekatan menyerang yang lebih agresif setelah mendapat kritik akibat permainan yang terlalu berhati-hati. Saat menghadapi Kroasia, mereka mampu memaksimalkan kualitas para pemain ofensif untuk menciptakan tekanan konstan.
Rogers kemudian ikut mencetak gol pada pengujung pertandingan untuk melengkapi pesta Inggris. Kemenangan 7-0 tersebut menjadi bukti bahwa ketika Kane, Saka, Gordon, dan Bellingham berada dalam performa terbaik, lini depan Inggris memiliki daya ledak yang sangat sulit dihentikan.