Target 57.027 Huntap Korban Bencana Sumatera, Baru Selesai 2.085 Unit

Pembangunan huntap yang telah selesai disebut baru mencapai sekitar 3,26 persen dari total target.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 05 Oktober 2026, 18:01 WIB
Satgas PRR mengungkap pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera masih menjadi pekerjaan besar. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mengungkap pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera masih menjadi pekerjaan besar. Dari total target 57.027 unit, baru 2.085 unit yang telah selesai dan siap ditempati.

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan, selain 2.085 unit yang telah rampung, sebanyak 1.862 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Dengan demikian, pembangunan huntap yang telah selesai baru sekitar 3,26 persen dari total target.

“Untuk di hari ini, per hari ini, rencana itu 57.027, ya, rencana yang akan dibangun. Nah progres ini artinya sementara berproses terbangun itu sudah 1.862. Kemudian selesai itu, yang sudah selesai siap ditempati, 2.085,” kata Amran dalam konferensi pers di Gedung Kemendagri, Senin (5/10/2026).

Amran menjelaskan, pembangunan huntap ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun sesuai rencana induk penanganan bencana Sumatera. Namun, proses pembangunan menghadapi sejumlah kendala, khususnya terkait penyiapan dan status lahan.

 

Satgas PRR mengungkap pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera masih menjadi pekerjaan besar. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Menurut dia, beberapa lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan huntap masih berstatus kawasan hutan. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyelesaikan proses penetapan dan pengalihan fungsi lahan terlebih dahulu.

“Kawasan hutan ini butuh penetapan, pengalihan lahan, fungsi lahan. Kita tidak bisa membangun dengan melanggar aturan yang sudah berlaku, perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Amran memastikan pembangunan akan langsung dilakukan setelah status lahan dinyatakan siap. Dia mencontohkan Pemerintah Kabupaten Agam yang tengah berkoordinasi dengan Kementerian ATR untuk memastikan status lahan yang akan digunakan.

“Setelah siap, baru bisa siap bangun,” kata Amran.

 

Satgas PRR mengungkap pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera masih menjadi pekerjaan besar. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Meski progres pembangunan huntap masih rendah, Amran optimistis target dalam rencana induk dapat tercapai. Dia mengatakan jumlah target huntap masih dapat berubah seiring dengan pendataan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Jadi pemerintah tetap mengakomodir ketika ada masukan-masukan, ini kekurangan ada kebutuhan lagi, tetap didata terus dan perkembangan terkait dengan jumlah unit yang akan dibangun akhirnya bertambah,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya