Liputan6.com, Jakarta - Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman resmi menerima tongkat kepemimpinan Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan menggantikan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago. Prosesi serah terima jabatan berlangsung di Kantor Kemenko Polkam, Senin (5/10/2026).
Dalam sambutannya, Dudung mengatakan dirinya telah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga situasi ke depan tetap kondusif, khususnya dalam aspek politik dan keamanan.
Advertisement
Setelah resmi menjabat sebagai Kepala KSP, Dudung juga akan menerima laporan dari para deputi, wakil menteri, serta sekretaris kementerian koordinator mengenai berbagai kegiatan yang sedang berjalan, telah dilaksanakan, maupun yang akan datang.
"Sebagai gambaran tentang tugas saya ke depan, saya juga sudah diserahterimakan dari Pak Djamari bahwa tugas-tugas yang sudah dilaksanakan ada hal-hal yang menonjol, terutama masalah karhutla, kebakaran hutan, termasuk tentang penanganan eksportir benur," kata dia di Kantor Kemenkp Polkam, Senin (5/10/2026).
Dudung menyinggung mengenai sejumlah kegiatan yang dilakukan secara ilegal. Menurutnya, Kemenko Polkam bersama kementerian terkait akan menjadikan persoalan tersebut sebagai salah satu fokus yang perlu ditangani ke depan.
"Nah ini banyak yang dilakukan secara ilegal, kita sebagai pembina dengan kementerian-kementerian yang terkait, ini menjadi konsentrasi yang nanti ke depan akan kita tempuh kegiatan-kegiatan ini dengan secara maksimal," katanya.
Selain itu, Dudung juga meminta media massa turut berperan dalam mengawal keterbukaan informasi, sehingga pelaksanaan program yang melibatkan koordinasi antarkementerian dapat berlangsung secara transparan dan sesuai dengan hukum.
Menurutnya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar berbagai bentuk pelanggaran hukum ditindak. Langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat pencapaian target strategis pemerintah.
"Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama ini sesuai dengan perintah Bapak Presiden agar dituntaskan, tidak ada lagi kegiatan-kegiatan ilegal, kegiatan-kegiatan yang menyimpang dari aturan-aturan sehingga Asta Cita," katanya.